Logo Header Antaranews Sumbar

Indeks Dow Capai Tertinggi Lima Tahun

Selasa, 5 Maret 2013 07:24 WIB
Image Print

New York, (Antara/AFP) - Indeks Dow Jones Industrial Average di Wall Street didorong ke tertinggi lima tahum pada Senin (Selasa pagi WIB), mengabaikan pengaruh pemangkasan belanja baru Amerika Serikat. Pada bel penutupan, Dow menguat 38,16 poin (0,27 persen) menjadi14.127,82, tingkat penutupan tertinggi kedua dan kurang dari 40 poin dari rekor selama ini yang dibuat pada 9 Oktober 2007. Indeks berbasis lebih luas S&P 500 meningkat 7,00 poin (0,46 persen) menjadi 1.525,20, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq naik 12,29 poin (0,39 persen) menjadi 3.182,03. Kenaikan terjadi setelah pemotongan anggaran AS mulai berlaku Jumat (1/3) menyusul kegagalan para pembuat kebijakan di Washington untuk menyetujui sebuah paket kompromi. "Ya pemangkasan anggaran telah diaktifkan, namun akan memakan waktu untuk memiliki pengaruh terhadap data ekonomi," kata Peter Cardillo dari Rockwell Global Capital. Pasar terus menunjukkan banyak "ketahanan," tambahnya. Analis menunjuk pernyataan resmi dari dua pejabat nomor dua Federal Reserve yang menegaskan kembali kebijakan stimulus agresif The Fed. Janet Yellen, wakil ketua dewan gubernur Fed, mengatakan dalam sebuah pidato bahwa Fed bermaksud untuk "mempertahankan kebijakan moneter yang sangat akomodatif sampai jauh ke dalam pemulihan." Yahoo naik 3,5 persen setelah mendapatkan kenaikan peringkat dari Barclays, sementara saham teknologi besar lainnya beragam: Apple turun 2,4 persen, Google bertambah 1,9 persen dan Oracle meningkat 1,2 persen. Perusahaan jasa minyak Transocean naik tipis 0,1 persen setelah memproyeksikan prakiraan laba terbaik dan mengembalikan dividennya. Perusahaan minyak Hess menguat 3,5 persen setelah mengatakan akan keluar dari usaha hilir dan fokus pada eksplorasi dan produksi. Berita itu mengangkat penyuling independen terkemuka, termasuk Marathon Petroleum Corp naik 5,6 persen, Phillips 66 bertambah 2,8 persen dan Valero Energy menguat 4,0 persen). Di antara pengecer, komponen Dow Walmart dan Home Depot menguat 1,9 persen dan 1,8 persen, sementara Target naik 3,6 persen. Saham pembuat tempat tidur dan kasur Select Comfort anjlok 15,8 persen setelah mengatakan penjualannya pada Februari mengecewakan dan kinerja kuartal pertama bisa gagal memenuhi proyeksinya. Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi negara AS 10-tahun naik menjadi 1,88 persen dari 1,85 persen pada akhir Jumat, sementara yield pada obligasi 30-tahun melonjak menjadi 3,09 persen dari 3,07 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026