Pemkot Solok kembangkan perpustakaan berbasis inklusi sosial

id perpustakaan

Perpustakaan Solok (istimewa)

Solok (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Solok, Sumatera Barat, berusaha mengembangkan perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk meningkatkan minat baca di daerah setempat.

"Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, dapat mengubah pandangan masyarakat yang selama ini menganggap perpustakaan tempat penyimpanan buku yang disusun di rak untuk dibaca," kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Solok, Yul Abrar di Solok, Selasa.

Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yaitu perpustakaan berkembang sebagai pusat ilmu pengetahuan, pusat kegiatan masyarakat dan pusat kebudayaan.

"Perpustakaan menjadi tempat yang memfasiltasi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki," katanya.

Ia menerangkan perpustakaan berbasis inklusi berperan sejalan dengan kemajuan peradaban, karena perpustakaan adalah pusat ilmu pengetahuan dan kunci kemajuan peradaban.

Dalam perpustakaan berbasis inklusi sosial, fasilitas itu dirancang lebih berdayaguna bagi masyarakat sehingga menjadi wadah untuk menemukan solusi dari permasalahan kehidupan masyarakat.

Transformasi perpustakaan juga menjadi langkah untuk memperkuat peran dan fungsi perpustakaan, tidak lagi sebagai tempat membaca saja namun sebagai sarana belajar dan pemberdayaan masyarakat.

Yul Abrar menghimbau masyarakat akan pentingnya peran perpustakaan dan membaca dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Menurutnya membaca perlu ditanamkan sejak dini, mulai dari SD sampai tingkat SMA, dan ayat Al Qur’an pertama adalah perintah membaca.

"Kami di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan mengimbau agar kelurahan, kecamatan dan OPD menyediakan ruang baca bagi masyarakat," ujarnya

Pihaknya sebelumnya telah melaksanakan program buku bergilir (Bulir) sebagai salah satu langkah meningkatkan minat baca warga setempat. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar