
Empat karyawan PT Mutiara tersambar petir, satu orang meninggal

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Empat karyawan PT Mutiara Agam, tersambar petir dan menyebabkan satu orang meninggal dunia saat berpatoroli di lahan sawit milik perusahaan tersebut.
Community Development Officer (CDO) PT Mutiara Agam, Gema Saputra di Lubukbasung, Sabtu mengatakan korban meninggal dunia atas nama Yulifa Endri (36) warga Ujuang Labuah Timur, Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara.
Menurut dia korbam meninggal karena mengalami luka bakar pada bagian badan dan saat ini korban sudah disemayamkan di rumah orang tua di Lapau Kongsi, Jorong Surabayo, Kecamatan Lubukbasung.
Sedangkan korban yang lain yaitu Erlindo Saputra (22) warga Ujuang Labuang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang karena pingsan setelah tersambar dan mengakibatkan luka pada kakinya.
Sementara Afrineldi (23) warga Cacang Tinggi mengalami luka ringan pada bagian badan dan dirawat di Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Lubukbasung.
Kemudian karyawan lain Sofyan (53) warga Lubuk Gadang mengalami luka ringan pada bagian badan dan dirawat di RSUD Lubukbasung.
"Keempat karyawan ini merupakan pegawai harian dari PT Mutiara Agam dan mereka telah diasuransikan ke BPJS," teganya.
Ia menceritakan, kejadian itu berawal dari keempat karyawan ini sedang melakukan patroli pengamanan lingkungan di lahan kelapa sawit yang baru di Tiku Lima Jorong, Kecanatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (2/2) sekitar 03.15 WIB
Lahan itu ditanam kembali setelah dilakukan peremajaan dan patroli bertujuan untuk mengantisipasi dari gangguan ternak atau hal lainnya.
Tiba-tiba saat itu hujan turun tidak begitu kencang dan mereka berteduh di salah satu pondok yang ada di lahan.
Beberapa menit setelah berteduh, mereka tersambar petir dan salah seorang korban atas nama Afrineldi memberitahukan kepada karyawan lainnya dengan jarak sekitar 600 meter dari lokasi.
"Mendapat informasi itu, karyawan lain langsung memberikan bantuan dan membawa korban ke RSUD Lubukbasung," katanya.
Kedepan, pihaknya akan memberikan sosialisasi kepada karyawan untuk berteduh di rumah apabila gerimis melanda daerah itu dan melakukan patroli dengan kendaraan roda empat agar mereka aman dari sambaran petir.
Sementara Kepala Bidang Kedaruratan dan Ligistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam Wahyu Bestari mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara berlindung di dalam rumah saat curah hujan tinggi disertai petir melanda daerah itu. Selain itu, hindari berada dibawah pohon, lokasi yang terbuka dan lainnya.
Pewarta: Yusrizal
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
