
Jasad Terduda Teroris Asal Dompu Diotopsi Ulang

Mataram, (ANTARA) - Jasad Sirajuddin alias Eja (19), terduga teroris berasal dari Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), diotopsi ulang di Rumah Sakit Bhayangkara di Mataram, Kamis, atas permintaan sanak keluarganya. "Kami hanya fasilitasi saja, yang melakukannya dokter independen yakni dr Arfi (dokter dari Universitas Mataram, red.). Ruang otopsi kami sediakan dan beliau yang melakukan," kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda NTB AKBP I Nyoman Eddy, sembari menunjuk ke arah dr Alri yang baru saja melakukan otopsi tersebut. Hanya saja, otopsi ulang atas jasad terduga teroris itu hanya berupa pengecekan organ tubuh sesuai permintaan sanak keluarganya. Sanak keluarga dari jasad terduga teroris itu meminta dilakukan otopsi ulang, karena meragukan keberadaan organ tubuh bagian dalam. Jasad itu sudah diotopsi di Rumah Sakit Polri di Jakarta, kemudian dijahit dan diserahkan kepada sanak keluarganya, dan jasad itu tiba di kampung halamannya di Dusun Worobaka, Desa Baka Jaya, Kecamatan Woja, Dompu, NTB, Selasa (26/2) petang. Saat melihat kondisi jasad itu, sanak keluarganya ragu dan beranggapan organ bagian dalamnya tidak ada lagi, sehingga mereka meminta diotopsi ulang. Arfi mengaku hanya membuka jahitan di daerah perut dan dada, guna melihat organ tubuh bagian dalam seperti jantung, hati, limpa, paru, dan organ lainnya. "Semuanya kita lihat, ambil, dan tunjukkan kepada pihak keluarga. Mereka sudah lihat dan akui tidak seperti yang diduga (menduga organ tubuh telah hilang, red.). Semuanya lengkap," katanya. Jamaludin sebagai salah seorang sanak keluarga dari jasad terduga teroris itu, yang ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB, mengaku sudah melihat dan memastikan keberadaan organ tubuh bagian dalam yang sempat diduga telah hilang itu. "Ya, memang ada semua. Lengkap dan kami tidak lagi persoalkan," kata Jamaluddin kepada wartawan yang berbincang-bincang dengannya. Sirajuddin tewas ditembak tim Detasemen Khusus (Densus) Antiteror Mabes Polri yang melakukan penggerebekan di tempat persembunyian tersangka tindak pidana terorisme lainnya di Dusun Kendai 2, Desa Bintek, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, pada 5 Januari 2013 sekitar pukul 06.30 Wita. Dalam aksi penggerebekan itu, tiga orang teroris DPO Poso ditembak mati karena melakukan perlawanan. Apalagi salah seorang menggenggam senjata api dan memakai jaket bom dan hendak meledakkan bom tersebut. Sirajuddin merupakan satu di antara tiga terduga teroris yang ditembak mati itu. Dua lainnya berasal dari Poso yakni Rizal alias Andi Kamayama alias Andi Brekele. Pascapenembakan itu, jasad ketiga terduga teroris itu dibawa ke Jakarta untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Jasad Sirajuddin sempat lebih dari sebulan disemayamkan di RS Kramat Jati Jakarta, karena tidak diambil sanak keluarganya. Jasad itu baru dibawa ke kampung halamannya setelah ada sanak keluarga yang melihat langsung dan meminta Polri menyerahkannya pada 25 Februari 2013, dan tiba di Dompu keesokan harinya. Baru dua hari di Dompu, jasad itu dibawa lagi ke Mataram untuk otopsi ulang. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
