
Dolar Sedikit Menguat Setelah Bernanke Tegaskan Stimulus

New York, (Antara/AFP) - Kurs dolar sedikit menguat terhadap euro pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Ben Bernanke menegaskan program stimulus Fed AS akan berlanjut, sementara yen diperdagangkan datar menjelang pencalonan gubernur baru bank sentral Jepang. Pada 22.00 GMT (Rabu 05.00 WIB), euro berada di 1,3061 dolar, dibandingkan dengan 1,3065 dolar pada Senin. Euro tetap berada di bawah tekanan setelah pemilihan umum di Italia tak meyakinkan, yang beberapa mengkhawatirkan bisa menyebabkan masalah politik dan kebuntuan kebijakan di negeri ini. "Ketidakpastian politik meningkat di Italia setelah hasil pemilu membebani euro dan aset-aset berisiko," kata Lee Hardman, analis mata uang di Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ di London. Di Washington, Ketua Federal Reserve Bernanke memadamkan spekulasi berakhirnya pelonggaran kuantitatif ketika ia mengatakan kepada sebuah panel Senat bahwa program stimulus Fed memiliki dampak dan masih dibutuhkan. Dia mengatakan inflasi tetap lemah dan Fed mempertahankan pertimbangannya pada setiap potensi perilaku berisiko di pasar akibat suku bunga rendah. Dewan kebijakan Fed "tetap yakin bahwa pihaknya memiliki alat yang diperlukan untuk mengetatkan kebijakan moneter ketika saatnya tiba untuk melakukannya," tambahnya. Kurs yen hampir tidak berubah terhadap dolar pada 91,93, dan euro berada di 120,08 yen dibandingkan dengan 120,12 yen pada akhir Senin. Pasar sedang menunggu konfirmasi siapa yang akan ditunjuk memimpin bank sentral Jepang (BoJ), setelah surat kabar pada Senin melaporkan bahwa Kepala Bank Pembangunan Asia (ADB) Haruhiko Kuroda, seorang penganjur yen yang lebih rendah, akan ditunjuk. Pound Inggris turun lagi, menjadi 1,5126 dolar dari 1,5166 dolar pada akhir Senin. Dolar sedikit berubah terhadap franc Swiss, pada 0,9315 franc. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
