Logo Header Antaranews Sumbar

Kolombia Kirim Tim Palang Merah Bagi Pembebasan Dua Sandera Jerman

Selasa, 26 Februari 2013 13:01 WIB
Image Print

Bogota, (Antara/Reuters) - Pemerintah Kolombia pada Senin mengizinkan komite pejabat sipil dan Palang Merah ke daerah hutan, tempat dua sandera Jerman diperkirakan dibebaskan oleh kelompok pemberontak. Pemberontak Tentara Pembebasan Nasional (ELN) pada awal Februari mengatakan menahan dua pria Jerman di Catatumbo, dekat perbatasan dengan Venezuela, untuk kedua kali dalam sebulan kelompok itu menahan warga asing. "Mereka mengirim pesan kepada kita yang mengatakan bahwa jika kita mengizinkan Palang Merah dan satu komite yang ada untuk melakukan kontak dengan ELN... mereka akan segera membebaskan dua sandera Jerman itu," kata Presiden Juan Manuel Santos. "Saya akan memberikan izin itu agar para warga Jerman itu segera mungkin dibebaskan. Saya mengharapkan ELN menepati janji mereka." ELN mengidentifikasi dua sandera itu bernama Uwe Breuer dan Gunther Otto Breuer. Pemberontak sebelumnya mengatakan mereka menganggap mereka adalah agen-agen intelijen karena mereka tidak dapat menjelaskan mengapa mereka memasuki daerah itu. Akan tetapi pemerintah Jerman mengatakan mereka adalah para pensiunan yang melakukan perjalanan dalam satu mobil mengelilingi Amerika Selatan. ELN tidak terlibat dalam perundingan yang diselenggarakan sekarang di Kuba untuk mengakhiri pemberontakan lima dasa warsa antara pemerintah dan pemberontak terbesar negara itu Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC). Usaha-usaha oleh pemerintah-pemerintah sebelumnya untuk menghentikan perang itu tidak berhasil dan bahkan membantu meningkatkan perang FARC. Popularitas Santos menurun selama sekitar satu tahun, sebagian banyak pihak yang memperkirakan pemberontak mengalami kemajuan di lapangan. Satu jajak pendapat yang dilakukan Invamer Gallup yang disiarkan Senin menunjukkan Santos memperoleh 44 persen dukungan, terendah sejak berkuasa Agustus 2010 dan menurun dari 53 persen dua bulan lalu. Presiden berusia 61 tahun itu tidak mengatakan apakah ia berencana akan ikut berusaha untuk terpilih kembali dalam pemilu Mei 2014, dan para pengamat mengatakan itu mungkin tergantung pada keberhasilan dalam perundingan perdamaian. Pada Januari, ELN menculik enam pekerja tambang termasuk seorang warga Kanada dan dua warga Peru di Kolombia utara, sementara kelompok itu meningkatkan tekanan terhadap pemerintah agaknya dalam usaha agar mereka dapat ikut serta dalam perundingan perdamaian bersama dengan FARC itu. ELN membebaskan lima dari mereka itu sepekan lalu, tetapi masih menahan warga Kanada itu. Semua sandera itu bekerja pada perusahaan tambang Kanada Braeval di proyek tambangnya Snow. ELN berperang melawan belasan pemerintah sejak didirikan tahun 1964 dan dianggap sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa. ELN dan FARC meningkatkan serangan-serangan mereka terhadap prasarana tahun ini dan berulang-ulang menghantam pipa-pipa minyak dan tiang-tiang listrik. Ketua ELN Nicolas Rodriguez mengemukakan kepada Reuters tahun lalu pihaknya ingin melakukan perundingan perdamaian tanpa syarat untuk menghentikan perang, tetapi menolak menghentikan penculikan, serangan-serangan bom dan pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan minyak dan tambang asing sebelum perundingan dimulai. Kelompok pemberontak itu diperkirakan memiliki 3.000 petempur. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026