
Pemerintah Permudah Pengadaan Daging Sapi Dalam Negeri

Jakarta, (Antara) - Menteri Pertanian Suswono mengatakan pemerintah akan meningkatkan upaya pengadaan daging sapi dalam negeri dengan mempermudah jasa pengangkutan dari sentra produksi, mulai Jumat (1/3). "Kita selama ini mengalami kesulitan pengangkutan sapi dari sentra produksi dan kita akan mempermudah persoalan transportasi ini," ujarnya saat ditemui seusai rapat koordinasi di Jakarta, Senin. Suswono mengatakan Kementerian Pertanian akan bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) serta PT Merpati Nusantara Airlines untuk memudahkan implementasi rencana ini. "Jadi ada semacam diskon harga ketika mengangkut dari NTB dan NTT atau dari Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan kereta api dalam bentuk daging beku. Termasuk merpati, mereka siap mengangkut dari wilayah lain," katanya. Selama ini, Suswono mengatakan harga daging sapi lokal tidak mampu bersaing dengan sapi impor, karena pengadaan jasa pengangkutan dari Australia lebih murah daripada pengiriman dari daerah Nusa Tenggara. Untuk itu dengan mempermudah jasa pengangkutan ini, maka harga daging sapi lokal akan kembali kompetitif dan para peternak akan merasa terlindungi karena mendapat insentif kemudahan jasa logistik. "Kalau ini bisa berjalan, maka harga daging kita bisa bersaing dengan harga impor. Karena adanya persoalan transportasi ini membuat kita kalah bersaing. Ini harus kita benahi," ujarnya. Suswono mengharapkan dari kebutuhan daging sapi per tahun mencapai 549 ribu ton, sebanyak 85 persen harus diwujudkan melalui dari sapi lokal, dengan meningkatkan budidaya sapi yang jumlahnya saat ini mencapai 14,8 juta. "Impor itu nanti jalan terakhir, jika memang potensi dalam negeri tidak memungkinkan. Saya tidak anti impor, tapi prioritasnya kebahagiaan peternak lokal dengan mencoba menggali potensi dalam negeri," katanya. Menurut dia, pengadaan daging sapi saat ini sangat krusial terutama di wilayah DKI Jakarta yang terkena dampak harga daging mahal, karena sebanyak 25 persen dari konsumen daging sapi berasal dari kawasan ibukota ini. "Jadi ini perlu perhatian khusus, kalau daerah lain tidak ada masalah (pengadaan) dan harga tidak terlalu bergejolak, kecuali di Aceh karena sapi Aceh memang mahal," ujar Suswono. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
