Logo Header Antaranews Sumbar

Dahlan Iskan akan Resmikan Penjualan Sapi Integrasi

Selasa, 23 Oktober 2012 18:50 WIB
Image Print
Dahlan Iskan. (ANTARA)

Jambi, (ANTARA) - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan dijadwalkan Rabu pekan ini meresmikan penjualan seribu ekor sapi hasil program integrasi sawit dan sapi di PT Perkebunan Nusantara VI, Jambi. "Dijadwalkan besok akan dilepas seribu ekor sapi untuk dijual kepada masyarakat dan dilakukan langsung oleh Menteri BUMN," ujar Direktur Utama PT PN VI, Iskandar Sulaiman didampingi Sekretaris perusahaan, M Benny Subagia di Jambi, Selasa. Menurut dia, peresmian penjualan sapi tersebut merupakan yang pertama kali sejak digulirkannya program integrasi sawit dan sapi oleh PT PN VI sejak April 2012 lalu. Iskandar menjelaskan, program integrasi sawit dan sapi dicetuskan langsung oleh Menteri BUMN, Dahlan Iskan saat berkunjung ke Jambi beberapa waktu lalu. "Ada dua ribu ekor dengan komposisi 70 persen sapi penggemukan dan 30 persen sapi pengembangbiakan," katanya. Lebih lanjut ia mengatakan, dalam program tersebut PT PN VI, Jambi menginvestasikan anggaran senilai kurang lebih Rp20 miliar terdiri dari Rp8 miliar sebagai modal pembelian sapi dan Rp12 miliar untuk pembangunan sarana kandang dan lainnya. Program itu, kata dia, bertujuan untuk membantu pemerintah dalam upaya swasembada daging. Khusus di Jambi dinilai akan sangat membantu pemenuhan daging daerah dimana sebagian besar konsumsi daging di Jambi lebih banyak didatangkan dari luar daerah. Meski demikian, program itu bukan tanpa kendala. Salah satu masalah yang masih dipelajari oleh PT PN VI adalah soal teknis pemeliharaan. "Untuk itu kami merekrut tenaga dokter hewan dan beberapa honorer. Untuk teknis manajemennya, kami sudah sangat siap," ujar Iskandar lagi. Program integrasi sapi tersebut menyebar di beberapa kabupaten di Jambi. Diantaranya, Kabupaten Tebo, Batanghari dan Muarojambi. Pada program itu, sebagian pemeliharaannya diserahkan kepada kelompok kelompok tani yang tergabung dalam petani plasma di PT PN VI Jambi. Iskandar mengaku sangat optimis program integrasi sawit dan sapi itu bisa berhasil. Hal itu dilihat dari proses pengelolaannya dimana pakan sapi utama diperoleh dari pelepah sawit yang terlebih dahulu diolah sehingga murah diambil langsung dari pelepah perkebunan sawit PT PN VI. Kotoran sapi juga menjadi nilai tambah dimana kotoran yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. "Dari sisi harga jual juga tidak berbeda dengan sapi pada umumnya yakni antara Rp8-Rp10 juta per ekor, tergantung berat dan jenis sapinya," tambah Iskandar Sulaiman. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026