Logo Header Antaranews Sumbar

BPBD: Pasaman Barat waspada banjir dan longsor

Kamis, 11 Oktober 2018 17:49 WIB
Image Print
Akibat hujan lebat dan kurang lancarnya drainase RSUD Jambak mengakibatkan air mulai mengenangi koridor rumah sakit itu, Kamis (11/10).

Simpang Empat (Antaranews Sumbar) - Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat waspada banjir dan longsor terkait hujan lebat yang melanda daerah itu dua hari belakangan.
"Benar, curah hujan cukup tinggi di Pasaman Barat dua hari terakhir. Sejumlah daerah tergenang air," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Try Wahluyo di Simpang Empat, Kamis.
Ia mengatakan dari informasi sementara sampai Kamis (11/10) sekitar pukul 17.30 WIB sejumlah daerah tergenang air. Diantaranya Padang Lawas Kapa Kecamatan Luhak Nan Duo, Jambak dan Rumah Sakit Umum Daerah Jambak.
"Air belum terlalu tinggi dan disejumlah lokasi seperti RSUD tergenang air setinggi 20 centimeter karena tidak lancarnya drainase aliran air," katanya.
Ia mengajak warga agar meningkatkan kewapadaan terkait banjir dan longsor. Jika hujan tidak reda dalam beberapa jam kedepan dikhawatirkan banjir akan terjadi.
"Tetap waspada dan kami terus memantau informasi adanya banjir. Kepada masyarakat diharapkan waspada," imbaunya.
Menurutnya Pasaman Barat memiliki sejumlah sungai besar yang rawan banjir. Ada lima sungai besar yang rawan banjir yakni Sungai Batang Pasaman, Batang Sikabau, Batang Bayang, Batang Batahan, dan sungai Anak Air Haji.
"Setiap hujan lebat dalam waktu yang lama maka air sungai itu selalu meluap dan mengenangi rumah warga sekitar," katanya.
Ia mengajak masyarakat yang berada di titik rawan banjir lebih waspada saat curah hujan tinggi atau hujan di hulu sungai.
Ia menyebutkan selain di lima sungai besar itu, warga yang berada di daerah perbukitan, pegunungan dan di tepi laut agar juga selalu waspada.
Sebab, Pasaman Barat juga rawan longsor terutama di Kecamatan Talamau serta Kecamatan Gunung Tuleh dan rawan abrasi di pantai Sasak.
"Saat ini cuaca tidak menentu atau ekstrem. Tingkatkan kewaspadaan dan selalu siaga bencana," ujarnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan RSUD Jambak, Jefri membenarkan air di koridor RSUD tergenang air setinggi 20 centimeter.
"Hujan lebat terus berlangsung dan air mulai mengenangi koridor. Mudah-mudahan tidak bertambah besar," harapnya. (*)



Pewarta:
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026