Logo Header Antaranews Sumbar

Ekspor Sumbar turun 4,36 persen

Selasa, 18 September 2018 08:22 WIB
Image Print
Petani berada di samping buah kelapa sawit yang baru dipanen, di Kab.Padangpariaman, Sumatera Barat.. ANTARA SUMBAR/Iggoy el Fitra/Maril/18

Padang, (Antaranews Sumbar) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat ekspor provinsi itu pada Agustus 2018 mencapai 146,76 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau turun 4,36 persen dibandingkan Juli 2018 yang mencapai 153,46 juta dolar AS.
" Ekspor Agustus 2018 juga mengalami penurunan 20,34 persen dibandingkan periode yang sama pada 2017," kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Selasa.
Ia menyampaikan negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Agustus 2018 adalah ke India 27,74 juta dolar AS, Amerika Serikat 40,66 juta dolar AS dan Kenya 15,22 juta dolas AS.
Ekspor ke India memberikan peranan sebesar 22,74 persen dan Amerika Serikat 25,18 persen terhadap total ekspor Sumbar sepanjang Januari hingga Agustus 2018.
Sejalan dengan itu ekspor produk industri pengolahan pada Agustus 2018 juga mengalami penurunan sebesar 2,36 persen dibanding Juli.
Sebaliknya nilai impor Sumatera Barat pada Agustus 2018 mencapai 60,73 juta dolar AS atau naik 28,22 persen dibandingkan Juli yang mencapai 47,36 juta dolar AS.
Golongan barang impor terbesar Agustus 2018 adalah bahan bakar mineral sebesar 40,08 juta dolar AS, pupuk 8,95 juta dolar AS, dan ampas, sisa industri makanan 4,96 juta dolar AS.
Sebelumnya Kamar Dagang Industri (Kadin) Sumatera Barat mengusulkan pembentukan tim terpadu peningkatan ekspor terdiri atas berbagai pemangku kepentingan untuk membuat kajian khusus agar ekspor daerah itu terus berkembang.
"Saya termasuk yakin dan percaya salah satu upaya meningkatkan perekonomian Sumbar adalah dengan meningkatkan ekspor untuk itu perlu dibuat tim khusus untuk menanganinya," kata Ketua Kadin Sumbar Ramal Saleh.
Menurutnya tim tersebut terdiri atas pemerintah, dunia usaha untuk membuat konsep besar ekspor Sumbar empat hingga lima tahun ke depan.
Jadi kalau sekarang ekspor Sumbar masih 1,9 miliar dolar Amerika Serikat lima tahun lagi naik menjadi 5 miliar dolar AS, kata dia.
Menurutnya untuk bisa mewujudkan target tersebut tim membangun sinergi dan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan ekspor.
Saat ini komoditas utama ekspor Sumbar baru dua yaitu karet dan minyak sawit, padahal ada komoditas lain yang juga potensial seperti gambir, pinang, kayu manis, katanya.
Selain itu ia berharap ke depan ekspor Sumbar tidak hanya dalam bentuk bahan mentah namun diolah menjadi produk sehingga nilainya jauh lebih tinggi. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026