Logo Header Antaranews Sumbar

Dinkes Pasaman lakukan pengasapan, cegah penyebaran DBD

Jumat, 24 Agustus 2018 11:38 WIB
Image Print
Sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan Pasaman terlihat sedang melakukan pengasapan dilingkungan permukiman warga di Kampung Lintang, Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Lubuksikaping. (Ist)

Lubuk Sikaping (Antaranews Sumbar) - Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman melakukan pengasapan (fogging) di Kampung Lintang, Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Lubuksikaping, untuk mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah itu.

Pengasapan juga buntut dari tewasnya seorang anak berusia 14 tahun, M Rio Adhriansyah di kampung tersebut beberapa waktu lalu. Kurangnya kepedulian warga terhadap pola hidup bersih dan sehat disinyalir menjadi pemicu nyamuk aides aigepty berkembang pesat.

"Betul, ini buntut dari kasus itu. Ditambah lagi kasus DBD meningkat disini. Empat mesin fogging kita terjunkan untuk melakukan pengasapan di aera pemukiman warga," kata Kepala Seksi Pencegahan, Penanganan Penyakit Menular (P3M) Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Sri Tuti Andomi, Jumat (24/8).

Dikatakan, bahwa kasus DBD terbilang menonjol di daerah itu. Sepanjang periode Januari-Agustus 2018, tercatat 47 kasus DBD melanda warga di daerah itu.

Tidak hanya itu, tiga kecamatan di Kabupaten Pasaman disebutkan sebagai daerah endemik DBD, yakni Lubuksikaping, Panti dan Rao.

"Kalau untuk di Kecamatan Lubuksikaping, hampir setiap nagari rentan akan penyakit mematikan ini. Bahkan, di Perumnas, Nagari Tanjung Beringin, kawasan elit sekalipun kasus DBD tergolong tinggi. Sisanya, ada di Petok, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti dan Rao," katanya.

Pengasapan dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran DBD agar tidak semakin meningkat. Namun, Sri menegaskan, bahwa fogging bukan solusi utama pemberantasan DBD. Karena fogging tidak dapat memutus rantai nyamuk penyebar penyakit tersebut.

Menurutnya, tindakan yang paling efisien untuk mencegah penyebaran adalah dengan kesadaran pola hidup sehat, Pengasapan ini untuk pencegahan sementara.

"Ingat, fogging ini bukan solusi utama pemberantasan DBD. Ini hanya upaya sementara, membunuh induk bisa, tapi jentik nyamuk tidak. Warga harus tahu itu," ujar Sri.

Menurutnya, upaya paling ampuh untuk memberantas penyebaran DBD ditengah masyarakat adalah dengan melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan 3M plus (menguras, menutup dan mengubur), setiap minggu. Baik di dalam maupun di luar rumah.

"Jadi, warga diminta goro membersihkan rumah, membersihkan pekarangan. Menguras bak mandi, membuang sampah yang menjadi sarang nyamuk. Kegiatan PSN harus setiao minggu dilakukan," imbuhnya.

Sri mengaku, telah melakukan berbagai langkah pencegahan penyakit demam berdarah (DBD) sejak dini kepada masyarakat.

Selain melakukan fogging, pihaknya juga menggelar penyuluhan dan membentuk kelompok kerja penanggulangan DBD di tengah masyarakat.
"Kami sudah membentuk Pokjanal DBD. Selain itu, juga telah membentuk Jumantik ditiap kejorongan. Pencegahan lain dengan cara berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari agar membersihkan wilayahnya masing-masing," ungkapnya.



Pewarta:
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026