
Tim Pengabdian Unbrah edukasi rumah bebas jentik, dorong siswa SMPN 01 Koto Besar cegah DBD

Pulau Punjung (ANTARA) - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi penyakit berbasis lingkungan yang membutuhkan perhatian masyarakat. Pencegahan dapat dimulai dengan mengendalikan tempat perkembangbiakan nyamuk melalui kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk.
Sebagai vektor penyakit, nyamuk Aedes aegypti dapat berkembang biak pada tempat penampungan air yang tidak terpantau. Karena itu, pengetahuan mengenai jentik dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) penting ditanamkan sejak usia sekolah.
Dengan latar belakang tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Baiturrahmah (Unbrah) melaksanakan kegiatan bertajuk “Edukasi Rumah Bebas Jentik, Abai Siat Bebas Demam Berdarah” sebagai bagian dari kegiatan KKN-USR Kelompok Nagari Abai Siat, Kabupaten Dharmasraya
Tim pengabdian diketuai apt. Yahdian Rasyadi, M.Farm., dengan anggota apt. Ully Chairunisa, M.Farm., apt. Fitri Wahyuni, M.Farm., dan apt. Dini Hanifa, M.Farm.
Kegiatan turut melibatkan mahasiswa KKN-USR Universitas Baiturrahmah, yakni Tazkiah Aghniaulfaizah, Revalina Darman, Dzahra Tanuwir, Maqfirah Rahmah Nugraha, Intan Amelia Firdaus, Bani Firjatullah, Ahmad Zulfikar A., dan Bunga Oktaviana.
Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026 di SMP Negeri 01 Koto Besar, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Edukasi diikuti sebanyak 48 siswa kelas VIII sebagai sasaran kegiatan.
Pemilihan siswa sebagai sasaran didasarkan pada peranan strategis sekolah dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini. Siswa diharapkan tidak hanya menerapkan perilaku tersebut di sekolah, tetapi juga membawanya ke lingkungan keluarga.
Dalam pelaksanaannya, tim memberikan edukasi mengenai penyebab dan penularan DBD, karakteristik nyamuk Aedes aegypti, tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan jentik, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Materi kemudian diperkuat dengan pengenalan Gerakan Bebas Jentik dan Pemberantasan Sarang Nyamuk melalui 3M Plus. Siswa diajak memahami kebiasaan menguras, menutup, serta memanfaatkan kembali barang yang berpotensi menjadi tempat penampungan air.
Edukasi tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi. Tim mengajak siswa mengikuti diskusi interaktif dan demonstrasi pemeriksaan jentik dengan memanfaatkan peralatan sederhana berupa senter, wadah sampel air, dan kaca pembesar.
Media berupa poster, leaflet, dan bahan presentasi digital turut digunakan untuk membantu siswa memahami materi. Pendekatan visual dan praktik langsung diharapkan membuat edukasi mengenai DBD dan pemberantasan jentik lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu bagian penting program adalah mendorong siswa menjadi “Agen Rumah Bebas Jentik”. Siswa diarahkan untuk memeriksa tempat penampungan air di rumah, mengingatkan keluarga menerapkan PSN 3M Plus, serta menyampaikan informasi pencegahan DBD kepada lingkungan sekitar.
Melalui pendekatan tersebut, edukasi berbasis sekolah diharapkan dapat menjangkau lingkungan keluarga. Pengetahuan yang diperoleh siswa menjadi bekal untuk membangun kebiasaan menjaga rumah dan lingkungan agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pencegahan DBD sekaligus membangun keterampilan sederhana dalam mengenali serta memeriksa keberadaan jentik. Gerakan tersebut diharapkan memperkuat penerapan PHBS di sekolah maupun rumah.
Program juga mendukung pelaksanaan pengabdian masyarakat Universitas Baiturrahmah dalam bidang promosi kesehatan dan pencegahan penyakit berbasis lingkungan serta berkontribusi terhadap SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Skema PD KSR Universitas Baiturrahmah ini didanai oleh Yayasan Pendidikan Baiturrahmah IV.*

Pewarta: Tim PkM Unbrah
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
