
Gerilyawan Kuasai Landasan Udara di Dekat Kota Perbatasan Sudan

Khartoum, (ANTARA/AFP) - Gerilyawan di wilayah Blue Nile, Sudan, mengatakan, Rabu, mereka menguasai sebuah landasan udara di luar kota utama dekat perbatasan Sudan dengan Ethiopia setelah pertempuran sengit. Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan - Utara (SPLM-N) menyatakan, gerilyawan berada hanya beberapa kilometer dari El Kurmuk, kota utama di negara bagian Blue Nile, Sudan tenggara. "Sangat dekat dan kami menguasai landasan udara Kurmuk", yang terletak di sebelah barat kota tersebut, kata juru bicara kelompok itu, Arnu Ngutulu Lodi, kepada AFP. "Ini satu hal yang sangat serius," katanya mengenai pertempuran itu. Militer membantah terjadi pertempuran di daerah pinggiran Kurmuk namun mengatakan, pasukan menarik diri dari sebuah daerah di sebelah baratdaya kota itu, yang dua hari lalu kata mereka telah "dibebaskan". Kementerian Luar Negeri Prancis pada Selasa mengungkapkan kekhawatiran "mengenai pertempuran yang berlanjut" antara pasukan Sudan dan gerilyawan SPLM-N di Blue Nile dan sebuah negara bagian lain, South Kordofan. Jumat, AS menyatakan "sangat khawatir" atas laporan-laporan mengenai bentrokan antara pasukan Sudan dan Sudan Selatan di daerah perbatasan sengketa antara Blue Nile dan Upper Nile, Sudan Selatan. Khartoum menuduh Sudan Selatan mendukung pemberontak di South Kordofan dan Blue Nile, namun Sudan Selatan membantah tuduhan tersebut. Sudan Selatan memisahkan diri dari Sudan pada 2011 sesuai dengan perjanjian perdamaian 2005 yang mengakhiri perang saudara puluhan tahun antara utara dan selatan. Konflik panjang itu membuat negara baru tersebut sangat terbelakang dan ketempatan banyak senjata. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
