Logo Header Antaranews Sumbar

BMKG: cuaca Sumatera Barat masuki musim kering, waspadai kebakaran lahan

Jumat, 1 Juni 2018 11:38 WIB
Image Print
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Budi Iman Samiadji. (Antara Sumbar/Novia harlina)
Secara umum Juni 2018 kondisi cuaca pada pagi hingga siang didominasi cerah berawan hingga berawan

Padang, (Antaranews Sumbar) - Kondisi cuaca Sumatera Barat pada Juni 2018 memasuki musim kering, kata Pejabat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau Padang Pariaman.

"Secara umum Juni 2018 kondisi cuaca pada pagi hingga siang didominasi cerah berawan hingga berawan," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Budi Iman Samiadji di Padang, Jumat.

Ia menyebutkan untuk suhu udara pada Juni 2018 yakni minimum 19 derajat celsius dan maksimum mencapai 32 hingga 33 serajat celsius pada siang hari.

Kemudian kelembaban berkisar 55 sampai 90 persen dan angin secara umum dari barat kecepatan rata-rata 10 hingga 18 kilometer per jam.

Namun, meskipun sudah memasuki musim kering, potensi Hujan masih ada dengan intensitas ringan hingga sedang bisa disertai petir pada malam hari.

Potensi hujan tersebut yakni di Kota Padang, Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Padang Panjang, Agam, Kabupaten Solok, Sawahlunto, Sijunjung, Solok Selatan, Pasaman Barat, Pasaman dan Kepulauan Mentawai.

Memasuki musim kering ini, BMKG mengingatkan potensi kebakaran lahan dengan kategori mudah dikendalikan di wilayah Kabupaten Pasaman bagian utara, Sijunjung bagian timur, Dharmasraya.

"Selanjutnya di Solok Selatan bagian timur, Pesisir Selatan bagian timur dan Agam," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dehidrasi ringan khususnya pada siang hari terutama di Padang, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Pesisir Selatan, Sawahlunto dan Kota Solok.

"Apalagi ini bulan puasa, saat sahur dianjurkan perbanyak minum air putih," kata dia.

Pihaknya akan memperbaharui informasi jika terjadi perubahan kondisi atmosfer. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026