Antisipasi terorisme harus libatkan masyarakat

id KASAD,Jenderal TNI Mulyono,Antisipasi Terorisme

Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal TNI Mulyono saat mengunjungi Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (18/5). (ANTARA SUMBAR/Mario S Nasution)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal TNI Mulyono mengatakan dalam mengantisipasi terorisme harus melibatkan masyarakat sehingga pelaku teror tidak memiliki tempat yang aman dalam menjalankan aksinya.

"Antispasi teror ini bukan hanya tugas Polri dan TNI saja, namun masyarakat banyak harus terlibat sehingga ruang gerak pelaku teror semakin sempit," katanya di Padang, Jumat.

Ia menyebutkan apabila satu lingkungan masyarakat itu kuat menjaga daerahnya dengan cara menanyakan apabila ada orang baru yang masuk daerah mereka seperti dari mana asal mereka, apa tujuan tinggal di daerah mereka dan lainnya.

Jika ini dapat berjalan, imbuhnya maka akan memperkecil ruang bagi pelaku teror menjalankan rencananya.

"Kami berharap masyarakat lebih meningkatkan kepedulian sosial dengan tetangga di lingkungan mereka. Semua harus saling kenal, apabila ada orang baru harus melapor dan ditanyai tentang keberadaan mereka," kata dia.

Menurut dia dalam mengantisipasi teroris yang paling utama adalah bagaimana menciptakan sistem untuk deteksi dini dan mencegah dini karena hingga saat ini pihak keamanan tidak tahu dimana lokasi pelaku teror.

"Mungkin jaringan mereka ada di daerah ini, akan tetapi untuk mengetahui secara detail lokasi mereka dan apa yang sedang mereka kerjakan belum terdeteksi. Bisa saja mereka merencankan pengeboman namun kita belum mendeteksinya," katanya.

Ia mengatakan ke depan pihak keamanan tidak boleh lagi mencari pelaku teror setelah mereka meledakkan bom dan menjatuhkan korban.

Menurut dia adalah suatu keterlambatan dan sistem ini harus diubah dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Ia mencontohkan di suatu wilayah ada seorang penduduk yang sudah berbulan-bulan merakit bom tapi tidak diketahui oleh masyarakat sekitar karena ketidakpedulian, dalam hal ini jelas lemaahnya deteksi dini yang dimiliki oleh masyarakat.

Pihaknya akan kembali mengasah kemampuan jaringan-jaringan yang ada di wilayah dan mitra-mitra mereka agar terbentuk sistem deteksi dini dalam menangkal tindakan teror.

"Kami memiliki Babinsa, intel dan aparat di seluruh pelosok daerah. Kami akan memberdayakan itu, mereka semua di lapangan memiliki mitra dan bergaul baik dengan masyarakat sehingga ini menjadi sistem deteksi dini," kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar