Ini langkah Bulog untuk menstabilkan harga beras di Payakumbuh

id Sultani

Kepala Bulog Sub Divre Bukittinggi, Sultani. (ANTARA SUMBAR/Ira Febrianti)

Jadi kami bisa langsung melakukan operasi pasar, dengan pemerintah daerah sifatnya hanya koordinasi saja
Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Badan Urusan Logistik (Bulog) menyiapkan stok beras 600 ton untuk Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) guna mengantisipasi lonjakan harga menjelang Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 1439 hijriah.

"Sampai saat ini stok beras untuk Payakumbuh ada 600 ton, beras ini disiapkan untuk pengamanan harga, terutama saat bulan puasa dan lebaran," kata Kepala Bulog Sub Divre Bukittinggi, Sultani dihubungi dari Payakumbuh, Rabu.

Ia mengatakan stok tersebut bisa mencukupi kebutuhan hingga tiga bulan. Baik untuk pengamanan harga serta bantuan sosial beras sejahtera (bansos rastra).

Stok yang ada akan dilepas melalui operasi pasar ketika terjadi lonjakan harga menjelang Ramadhan.

Dalam melakukan operasi pasar Bulog tidak perlu menunggu permintaan dari pemerintah daerah. Mengingat sudah adanya kesepakatan yang dibuat Bulog dengan Kementerian Dalam Negeri.

"Jadi kami bisa langsung melakukan operasi pasar, dengan pemerintah daerah sifatnya hanya koordinasi saja," katanya.

Selain beras, Bulog juga menyiapkan stok gula untuk Payakumbuh sebanyak 222 ton.

Sementara untuk komoditas lain seperti cabai, daging, dan bawang, Bulog masih memantau perkembangan harga pasar.

Sementara di sisi lain, Pemkot Payakumbuh juga menyiapkan sejumlah program untuk menstabilkan harga bahan pokok ketika Ramadhan.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, Dahler, mengatakan persiapan pertama adalah dilakukannya operasi pasar sebagai antisipasi ketika harga bahan pokok melonjak.

Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan juga menyiapkan stok bahan pokok tersendiri, disamping koordinasi dengan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog).

Pihak dinas juga juga akan menggelar pasar murah yang merupakan kegiatan rutin tahunan. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar