Logo Header Antaranews Sumbar

Pengamat prediksi peminat calon anggota DPD RI di Sumbar meningkat

Rabu, 25 April 2018 08:22 WIB
Image Print
Edi Indrizal. (Antara)
Namun demikian bukan berarti kalau petahana maju ada jaminan akan terpilih karena dari hasil pemilu sebelumnya untuk DPD RI selalu terjadi perubahan dengan peluang 50 persen

Padang, (Antaranews Sumbar) - Pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat Edi Indrizal, M.Si memperkirakan minat untuk menjadi calon anggota DPD RI di provinsi itu meningkat karena beberapa wajah lama tidak akan maju lagi.

"Saat ini ada beberapa nama yang disebut tidak mencalonkan diri kembali seperti Nofi Candra dan Jefri Geovani, hal ini membuat minat untuk mencalonkan diri bagi pendatang baru naik cukup siginifikan," kata dia di Padang, Rabu.

Menurutnya kendati beberapa wajah lama tidak maju, para calon yang baru tetap harus bekerja keras merebut dukungan pemilih.

Meski syarat jumlah dukungan tidak besar, tapi karena waktu singkat dan jumlah kabupaten kota yang ada di Sumbar cukup banyak calon harus punya tim administrasi yang solid untuk menyiapkan semua berkas kelengkapan, katanya.

Pada sisi lain ia menilai ada dua nama yang diperkirakan maju kembali yaitu Leonardy Harmaini dan Emma Yohanna dan tentunya sebagai petahana mereka sudah punya konstituen yang jelas dan memiliki investasi politik yang lebih dibandingkan pendatang baru.

"Namun demikian bukan berarti kalau petahana maju ada jaminan akan terpilih karena dari hasil pemilu sebelumnya untuk DPD RI selalu terjadi perubahan dengan peluang 50 persen," ujarnya.

"Artinya ada yang bertahan, ada juga yang tergeser oleh wajah baru," lanjut dia.

Bagi pendatang baru ia berpesan yang harus dilakukan adalah fokus meningkatkan tingkat popularitas karena banyak orang yang belum kenal.

"Kedua harus bisa memetakan potensi pemilih agar maksimal mendapatkan dukungan," kata dia.

Kemudian harus unggul juga dalam strategi pemenangan dengan kombinasi metode konvensional dan kreatif memanfaatkan media sosial.

Terkait kinerja anggota DPD RI dari Sumbar periode 2014-2019 ia menilai sama dengan daerah lain karena posisi DPD marjinal dibandingkan DPR maka secara umum perannya kurang dirasakan masyarakat.

"Kinerjanya biasa saja atau tidak mendapatkan perhatian berarti dari masyarakat dan yang lebih menentukan adalah performa pribadi mereka, apabila ada kontroversi pada tokoh atau keluarganya maka itu bisa berpengaruh negatif," kata dia.

Pada pemilu 2014 empat anggota DPD RI dari Sumbar yang berhasil terpilih yaitu Irman Gusman dengan perolehan 407.443 suara, Emma Yohanna 314.053 suara, Jeffrie Geovanie 195.930 suara dan Nofi Candra 169.268.

Namun pada 24 Mei 2017, Leonardy Harmainy dilantik sebagai pengganti antarwaktu (PAW) Anggota DPD-RI menggantikan Irman Gusman yang tersangkut kasus hukum.

Sementara Anggota KPU Sumbar Nurhaida Yetti mengatakan untuk penyerahan berkas dukungan perseorangan DPD RI dimulai sejak 22 April hingga 26 April 2018.

"Syarat minimal KTP untuk Sumbar ada 2.000 foto kopi KTP, untuk antisipasi ada dukungan ganda akan dilakukan verifikasi mulai 27 April," kata dia.

Ia mengatakan jika ada dua dukungan dari satu KTP yang sama akan dilakukan verifikasi langsung kepada orangnya untuk memastikan memberikan dukungan kepada siapa.

Nurhaida menyatakan berdasarkan kehadiran waktu bimbingan teknis ada 27 orang yang akan mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI dari Sumbar.

Berdasarkan peraturan KPU No 7 Tahun 2017 pendaftaran calon anggota DPD RI dimulai pada 2-8 Juli 2018 dan penetapan daftar calon tetap DPD RI 21-23 September 2018. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026