Logo Header Antaranews Sumbar

Sosok - Guru mengaji itu penderita difabel

Sabtu, 7 April 2018 15:36 WIB
Image Print
Qur'an (brilio.net)
Saya tidak mengajar mengaji Alquran, tetapi berusaha belajar bersama agar selalu mendekatkan dengan Sang Khalik yang menciptakan kita

Batang, (Antaranews Sumbar) - Keterbatasan fisik dengan tak punya tangan dan kaki tidak menyurutkan semangat Mohammad Wahyono supaya dirinya dapat bermanfaat untuk masyarakat maupun lingkungannya.


Mohamad Wahyono (20), warga Desa Kambangan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, patut menjadi suri teladan pada manusia yang memiliki kesempurnaan fisik karena dirinya tanpa pamrih memberikan pendidikan keagamaan, yaitu sebagai guru mengaji.


"Saya tidak mengajar mengaji Alquran, tetapi berusaha belajar bersama agar selalu mendekatkan dengan Sang Khalik yang menciptakan kita," katanya saat ditemui di rumahnya, Sabtu.


Meski menyandang difabel, semangat belajar Mohamad Wahyono tidak pernah mengenal menyerah walapun dalam mengarungi hidupnya saja sulit.


Pada usia 13 tahun, Mohamad Wahyono yang akrab dipanggil Gus Ahmad belajar agama di Pondok Pesantren Boja Kabupaten Kendal dan ponpes lainnya.


Dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari, dia dibantu oleh kakaknya, Sahudi, yang selalu siap mengantar k emana pun dengan menggunakan kursi roda dan digendong jika akan menghadiri majelis pengajian.


Ketegaran dan kekuatan iman yang selalu dipegang dirinya dalam mengarungi hidup menjadi Mohamad Wahyono hidup dalam kesederhanaan. Dia berprinsip manusia hidup ini bisa bermanfaat bagi manusia lainnya.


"Cobaan hidup adalah sebagai ujian keimanan bagi manusia sehingga manusia harus dapat menghadapi segala rintangan yang ditakdirkan oleh Allah sebagai pencipta alam ini," katanya.(*)



Pewarta:
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026