Logo Header Antaranews Sumbar

Dukung penyelenggaraan Asian Games, Kemenkes siapkan layanan kesehatan dan keamanan pangan

Senin, 2 April 2018 13:47 WIB
Image Print
Menkes, Nila F Moeloek. (Antara)
Bidang kesehatan lingkungan dan surveilans untuk melakukan evaluasi vektor dan binatang pembawa penyakit di venue, memberikan pembekalan pengendalian vektor terhadap koordinator venue, pemantauan lingkungan di venue, wisma atlet, dan lingkungan sekit

Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Kementerian Kesehatan telah mempersiapkan layanan di seluruh aspek kesehatan dalam mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek dalam acara "workshop" kesehatan penyelenggararaan Asian Games dan Asian Paragames 2018 di Jakarta, Senin, menjelaskan pengawasan dilakukan mulai dari pengendalian vektor penyebab penyakit hingga keamanan pangan.

"Bidang kesehatan lingkungan dan surveilans untuk melakukan evaluasi vektor dan binatang pembawa penyakit di venue, memberikan pembekalan pengendalian vektor terhadap koordinator venue, pemantauan lingkungan di venue, wisma atlet, dan lingkungan sekitar," tutur Nila.

Di bidang layanan kesehatan dan gawat darurat, Kementerian Kesehatan melakukan koordinasi dengan unit terkait dalam mendukung penyelenggaraan bidang kesehatan, mendukung penyiapan tenaga kesehatan, tenaga kesehatan terlatih, dokter dan dokter spesialis yang mendukung pelaksanaan layanan kesehatan.

Untuk penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games 2018, Kementerian Kesehatanbekerja sama dengan Panitia Pelaksana Asian Games Indonesia (INASGOC) menyiapkan 1.400 petugas kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, dan fisioterapis.

Tenaga kesehatan tersebut terdiri dari 407 dokter, 813 perawat, dan 180 fisioterapis yang akan didistribusikan di Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Banten.

Menkes Nila menyebutkan Kementerian Kesehatan juga melakukan pengawasan di bidang keamanan pangan dengan memantauan penyediaan makanan, pengawasan keamanan makanan di venue; wisma atlet; dan restoran, serta pemantauan air bersih di venue; wisma atlet; hotel dan lingkungan sekitar.

Kementerian Kesehatan berkerja sama dengan berbagai organisasi profesi, yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Perhimpunan Dokter Ahli Emergensi Indonesia (PERDAMSI), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) untuk menyusun modul pelatihan keadaan gawat darurat di gelaran olahraga.

Pelatihan ini baru pertama kali diadakan di Indonesia, dengan menggunakan modul dan pelatih sesuai standar kompetensi yang ada.

Kementerian Kesehatan telah melakukan pelatihan keadaan gawat darurat di gelaran olahraga sejak 2017 di DKI Jakarta, Bandung, dan Palembang untuk meningkatkan kualitas SDM kesehatan.

Kemenkes juga menyediakan 25 unit ambulans "super VVIP" baru yang merupakan ambulans UGD untuk melakukan penanganan gawat darurat dalam perjalanan.

Sebanyak 98 pos medis, 21 pusat kesehatan, dua poliklinik, dan 21 rumah sakit rujukan juga telah disiapkan di sekitar tempat penyelenggaraan tiap cabang olahraga. Kemenkes juga bekerja sama dengan TNI untuk penyediaan alat transportasi udara dalam menjangkau lokasi cabang olahraga yang khusus seperti paralayang. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026