
Pemberontak Kolombia Tahan Warga Kanada

Bogota, (ANTARA/AFP) - Kelompok gerilya ELN Kolombia hari Senin menyatakan masih menahan seorang insinyur Kanada setelah pekan lalu membebaskan lima pekerja lain pertambangan yang ditangkap. "Insinyur Kanada Jernoc Wobert (47) tetap ditahan oleh gerilyawan Tentara Pembebasan Nasional (ELN) di kawasan pegunungan San Lucas," kata Front Dario Ramirez Castro, sebuah satuan ELN, dalam satu pernyataan di situs berita kelompok tersebut. Pernyataan itu tidak memberikan alasan mengapa mereka tetap menahan Wobert, yang diculik pada 18 Januari di sebuah tempat pertambangan di Kolombia utara milik perusahaan Geo Explorers. Lima orang lain yang ditangkap pada saat itu -- dua warga Peru dan tiga orang Kolombia -- sudah dibebaskan dan diserahkan ke perwakilan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada Jumat. Pernyataan ELN itu mengakui, konsesi yang dikerjakan Geo Explorers semula telah diberikan kepada para penambang independen setempat, namun diambil alih lagi dari mereka karena korupsi. ELN, kelompok gerilya terbesar kedua Kolombia yang memiliki sekitar 2.500 anggota, juga menahan dua bersaudara Jerman yang ditangkap di dekat perbatasan dengan Venezuela. Pemerintah Presiden Juan Manuel Santos saat ini sedang mengadakan perundingan dengan kelompok gerilya terbesar Kolombia FARC namun menolak tawaran ELN untuk berunding. Negosiasi dengan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) dimulai lagi di Havana pada Januari setelah masa libur tiga pekan dan kedua pihak berjanji mempercepat perundingan untuk mengakhiri konflik terakhir di kawasan Amerika Latin itu. Pemerintah Kolombia dan FARC memulai dialog di Oslo, ibu kota Norwegia, pada 18 Oktober yang bertujuan mengakhiri konflik setengah abad yang telah menewaskan ratusan ribu orang. Perundingan itu dilanjutkan sebulan kemudian di Havana, Kuba. Tiga upaya sebelumnya untuk mengakhiri konflik itu telah gagal. Babak perundingan terakhir yang diadakan pada 2002 gagal ketika pemerintah Kolombia menyimpulkan bahwa kelompok itu menyatukan diri lagi di sebuah zona demiliterisasi seluas Swiss yang mereka bentuk untuk membantu mencapai perjanjian perdamaian. Kekerasan masih terus berlangsung meski upaya-upaya perdamaian dilakukan oleh kedua pihak. FARC, kelompok gerilya kiri terbesar yang masih tersisa di Amerika Latin, diyakini memiliki sekitar 9.200 anggota di kawasan hutan dan pegunungan di Kolombia, menurut perkiraan pemerintah. kelompok itu memerangi pemerintah Kolombia sejak 1964. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
