Logo Header Antaranews Sumbar

Hati-hati, karena Indonesia target eksploitasi seksual anak

Rabu, 7 Februari 2018 18:19 WIB
Image Print
Stop Pelecehan Seksal (int)
Indonesia juga Filipina sebagai negara berkembang sangat rentan kejahatan itu. Kasusnya cukup tinggi dan ini mengkhawatirkan

Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Masyarakat Indonesia perlu hati-hati menjaga anak-anaknya karena menurut Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Edi Suharto mengatakan negara ini bersama Filipina menjadi salah satu target pelaku eksploitasi seksual anak.


"Indonesia juga Filipina sebagai negara berkembang sangat rentan kejahatan itu. Kasusnya cukup tinggi dan ini mengkhawatirkan," katanya pada Dialog Antarsektoral tentang Respon Nasional Terintegrasi untuk Mengakhiri Eksploitasi dan Pelecehan Seksual Anak secara "Online" di ASEAN yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu.


Dia menambahkan, cukup banyak kasus yang terjadi di Indonesia mulai dari eksploitasi hingga mengarah kepada penjualan anak untuk para pedofil sampai pada perdagangan anak.

"Ini sudah lintas regional, saya menerima laporan dari Direktur Anak betapa kasus-kasus ini tidak hanya di dalam negeri tapi mereka korban perdagangan lintas kawasan," ujar dia.

Edi menjelaskan, laporan yang diterima Telepon Layanan Sosial Anak (Tepsa) menunjukkan angka kekerasan seksual semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2015 tercatat 15 kasus, 2016 naik signifikan menjadi 254 kasus dan meningkat menjadi 398 kasus pada 2017.

Bahkan hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Sosial pada 2017 menunjukkan bahwa kekerasan seksual anak 41 persen terjadi karena terpapar pornografi.

Karena itu perlu diambil langkah strategis antara lain melakukan pemblokiran situs-situs yang mengandung unsur pornografi.

"Menurut saya yang paling penting juga adalah imunisasi sosial. Memperkuat ketahanan anak-anak bagaimana memanfaatkan internet seccara baik, bijak dan sesuai usianya," kata dia.

Semua itu menurut dia harus dimulai dari keluarga, sekolah, teman sebaya dan lingkungan.

Serta menggandeng negara-negara ASEAN untuk melakukan kerja sama menanggulangi dari kejahatan siber.(*)



Pewarta:
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026