Logo Header Antaranews Sumbar

Padang Komitmen Berantas Aksi Tawuran Pemuda

Selasa, 3 Oktober 2017 10:47 WIB
Image Print
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah. (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, menyatakan komitmennya untuk memberantas aksi tawuran di kalangan pemuda, pelajar dan warga dengan melakukan pembinaan khusus.

"Kami telah bekerja sama dengan TNI untuk melakukan pembinaan kepada anak jalanan dan anak yang terlibat aksi kriminal seperti tawuran, diharapkan ini membantu dalam mengurangi aksi tersebut," kata Wako Padang, Mahyeldi Ansharullah di Padang, Selasa.

Sebagai contohnya sebelum Idul Fitri 1438 Hijriyah lalu, aksi tawuran di Padang intensitasnya cukup tinggi.

Kemudian melalui bantuan pihak kepolisian lalu TNI, dijaringlah sebanyak 40 pemuda yang dinilai sebagai provokator aksi.

Kesemua pemuda tersebut, mendapat pembinaan karakter, pelatihan fisik dan mental di markas TNI.

Pemberian motivasi, ideologi tentang kebangsaan serta persatuan dan kesatuan diharapkan menjadi modal pemuda tersebut untuk memberi manfaat pada kehidupannya.

Saat ini sebagian telah mengikuti pembinaan dan dipulangkan ke rumahnya.

"Di sinilah peranan orang tua dalam membina dan memperhatikan kebutuhan anaknya," sebut dia.

Saat ini program pendidikan keluarga 18-21, dapat mewujudkan hal tersebut.

Sejatinya banyak aksi tawuran dilakukan oleh pemuda yang kurang perhatian dan kasih sayang orang tuanya.

Melalui komitmen dengan membina, mengajak ibadah, bermain dan belajar bersama anak mulai pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB, orang tua jadi faktor utama pencegah terjadinya aksi kriminal seperti tawuran.

"Kami mengajak masyarakat melihat pelaku tawuran dari sisi positif sehingga pendidikan keluarga lebih maksimal," kata dia.

Sementara itu pakar sosiologi dari Universitas Andalas Padang, Prof Afrizal mengatakan tawuran terjadi karena hilangnya kontrol dari pendidik serta orang tua.

Tawuran diibaratkan sebuah pemberontakan yang dilakukan pemuda atau siswa atas tekanan yang dialami.

Kemudian melalui kegiatan kongkow atau nongkrong, orang yang berkepribadian serupa bergabung sehingga memunculkan motivasi berlipat untuk beraksi.

Untuk itu pendidikan keluarga di rumah, serta pembinaan maksimal di sekolah bisa mencegah aksi tersebut. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026