BNI Dukung Penyaluran Bansos PKH 2017, Sebanyak 15.063 KPM

id #BNI Dukung Salurkan Bansos #PKS Sistem Perbankan

BNI Dukung Penyaluran Bansos PKH 2017, Sebanyak 15.063 KPM

Kepala Cabang BNI Sungai Penuh M. Badarudin menyerahkan secara simbolis penyaluran Bansos PKH kepada Asisten I Pemko Sungai Penuh Asri. (c)

Padang, (antara sumbar) PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Sumbar, Riau dan Kepri ikut menyukseskan dan mendukung program bantuan sosial kepada penerima Program Keluarga Sejahtera (PKH) Tahap I dan Tahap II pada 2017.

Progam Bansos PKH yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial RI, sebanyak 15.063 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di Kabupaten Solok, Sungai penuh, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang dan Dumai yang berada dibawah supervisi BNI Wilayah.

Pemimpin Cabang BNI Solok Armen Azwar yang areanya mendapatkan alokasi sebanyak 906 KPM penerima bantuan PKH pada2017, menyampaikan bahwa BNI sangat mendukung program ini.

Bahkan para pegawai di area itu, rela untuk masuk di hari libur (Sabtu dan Minggu) agar penyaluran bantuan segera sampai ke tangan masyarakat yang berhak.

Pemimpin Cabang BNI Sungai Penuh Badaruddin, menyampaikan dibeberapa titik penyaluran menghadirkan mobil BNI Layanan Gerak (BLG) yang ATM-nya dapat digunakan untuk menarik dana dengan Kartu KKS. Penerima bantuan PKH di area Sungai Penuh tercatat sebanyak 1.635 KPM pada tahun ini.

Dalam rangka mensukseskan program tersebut, pegawai BNI yang ditugaskan dengan bantuan Dinas Sosial sebagai pendamping bagi semua peserta PKH. Selain melakukan pembagian bantuan, juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan dana bantuan tersebut.

Sejumlah dana bantuan dari pemerintah tersebut telah dimasukkan kedalam rekening masing-masing KPM dan masyarakat penerima bantuan akan memperoleh buku tabungan disertai Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang juga sekaligus berfungsi sebagai Kartu Debit.

Dengan mekanisme ini penyaluran Bansos diharapkan akan lebih tepat sasaran, efektif dan efisien dengan memanfaatkan sistem perbankan yang terintegrasi.

Dengan menggunakan KKS tersebut, kata dia, masyarakat akan lebih fleksibel dalam melakukan pencairan bantuan melalui jaringan perbankan di ATM atau melalui mesin-mesin EDC yang tersedia di Agen46 yang merupakan kepanjangan tangan BNI.

Disamping itu para penerima bantuan diharapkan juga teredukasi untuk menabung dan menggunakan uang sesuai kebutuhan.

Penyaluran bantuan melalui program PKH ini selain bertujuan untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia, juga diharapkan dapat mengubah perilaku yang kurang mendukung terhadap peningkatan kesejahteraan dari kelompok masyarakat paling miskin.

Oleh karenanya, sinergi dengan pihak perbankan adalah langkah yang sngat tepat untuk mempercepat pelaksanaan penyaluran bantuan.

CEO Region BNI Sumbar, Riau dan Kepri Rahmad Hidayat dalam kesempatan terpisah menegaskan BNI akan selalu berada di garda terdepan dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan kejahteraan dan perekonomian masyarakat.

Program-program pemerintah terutama yang terkait erat dengan jasa perbankan akan selalu hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan jasa perbankan.

Lebih lanjut Rahmad menyampaikan, dengan mekanisme penyaluran bantuan seperti ini, memberikan alternatif bagi masyarakat untuk mencairkan seluruh dana atau menyimpan sebagian di rekening, sehingga angka literasi masyarakat terhadap perbankan juga dapat ditingkatkan.

"Melalui sistem kartu yang diterapkan sekarang dalam penyaluran Bansos PKH, diharapkan akan membuat masyarakat secara perlahan teredukasi bagaimana menggunakan atau melakukan transaksi tidak dengan uang tunai, namun non tunai yang lebih aman, cepat dan ringkas," kata Rahmad.***

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar