Logo Header Antaranews Sumbar

Pameran IFA 2017 Siap Berlangsung di Jerman

Selasa, 25 April 2017 06:19 WIB
Image Print
Pameran IFA 2017. (Antara)

Lisbon, Portugal, (Antara Sumbar) - Penyelenggaraan pameran dan eksibisi manufaktur teknologi informasi (IFA) yang akan memberikan berbagi informasi mengenai produk inovasi digital serta industri terkait, siap berlangsung di Berlin, Jerman pada September 2017.

"Saat ini dibutuhkan peran besar untuk menyatukan pasar dan konsumen mengenai berbagai produk elektronik, IFA bisa memberikan gambaran besar tesebut," kata Chief Executive Officer Messe Berlin Christian Goke dalam Konperensi Pers Global IFA di Lisbon, Senin.

Goke mengatakan salah satu pameran tertua di dunia yang memamerkan berbagai produk elektronik digital ini terus berbenah untuk memberikan pengalaman baru bagi para pelaku pasar dan konsumen yang selama ini mengikuti pesatnya perkembangan teknologi informasi.

"Kami memberikan ruang eksebisi yang lebih besar dari sebelumnya untuk memberikan kesempatan kepada industri dan konsumen. Kita tahu peran konsumen terhadap berkembangnya penggunaan media elektronik sangat penting sejak era radio dan TV," katanya.

Untuk itu, dalam pameran mendatang, para konsumen pengguna teknologi digital bisa mendapatkan pengalaman terbaru mengenai inovasi produk manufaktur terkini. Sedangkan, industri dapat menggunakan eksbisi ini untuk test pasar maupun sekedar mendapatkan umpan balik dari konsumen.

Dalam Konperensi Pers Global yang dihadiri kurang lebih 300 jurnalis dari seluruh dunia ini, juga terdapat pemaparan dan diskusi panel mengenai kondisi pasar manufaktur teknologi elektronik di Eropa maupun Asia yang saat ini sedang berkembang pesat.

Pemaparan tersebut disampaikan oleh lembaga riset terkemuka, GfK, yang menilai pasar manufaktur teknologi informasi di Asia Pasifik akan terus tumbuh dan berkembang karena didukung konsumen yang bisa beradaptasi dengan inovasi digital terbaru.

"Pasar di Asia Pasifik terus bergerak dan menjadi salah satu tempat menarik bagi manufaktur," kata Direktur APAC, Digital World GfK Gerard Tan.

Menurut Tan, salah satu contoh bisa terlihat dari penggunaan alat komunikasi (mobile devices) seperti telepon pintar maupun tablet di Indonesia untuk berbagai aktivitas belanja dalam jaringan, komunikasi, media sosial, "browsing" jaringan dan mencari berita.

"Sebagian besar pengunaan alat ini adalah untuk komunikasi 92 persen dan belanja dalam jaringan hingga 90 persen. Ini bisa menunjukkan kemana arah masa depan manufaktur teknologi saat ini," ujarnya.

Ia menambahkan maraknya penggunaan alat komunikasi itu juga didukung oleh tumbuhnya aplikasi layanan berbasis jaringan seperti "Go-Jek" yang saat ini diperkirakan melayani pemesanan rata-rata hingga 667.000 per hari.

"Layanan pengantaran seperti ini bisa berhasil meningkatkan produktivitas, meski setiap hari terjadi kemacetan di Jakarta. Dengan jumlah sepeda motor di jalan mencapai 85 juta, orang-orang bisa memanfaatkan kemudahan ini," kata Tan.

Konperensi Pers Global selama tiga hari ini juga disertai pemaparan produk inovasi terbaru dari Phillips dengan produk healthcare, Samsung dengan TV display bernama "The Frame", Sennheiser dengan headset pintar bernama "AMBEO Smart Headset" dan Porsche dengan laptop canggih terbaru.

Selain itu, pelaksanaan Gala Dinner yang berlangsung pada hari terakhir rangkaian acara Konperensi Pers Global ikut dihadiri oleh Menteri Ekonomi Portugal Manuel Caldeira Cabral.

Dalam pidato sambutannya, Cabral memberikan apresiasi terhadap IFA yang terus berkomitmen terhadap pengembangan teknologi informasi di dunia dan mengucapkan terima kasih atas terpilihnya Lisbon sebagai tuan rumah Konperensi Pers Global ini. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026