Logo Header Antaranews Sumbar

Legislator : Ranperda Keolahragaan Dorong Pembangunan Pendidikan Berkarakter

Minggu, 29 Januari 2017 14:04 WIB
Image Print
Ilustrasi pertandingan Olahraga(inst)

Padang, (Antara Sumbar) - Ketua Komisi V DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Hidayat mengatakan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Keolahragaan yang disusun atas inisiatif dewan dapat mendorong pembangunan pendidikan berkarakter karena di dalamnya akan diatur mengenai olahraga pendidikan.

"Ada beberapa muatan krusial yang strategis didalam ranperda untuk pembangunan pendidikan berkarakter," kata dia di Padang, Minggu.

Ia mengatakan dalam Ranperda Keolahragaan menjadi prioritas antara lain olahraga prestasi, olahraga rekreasi, olahraga pendidikan dan olahraga untuk disabilitas.

Dengan adanya aturan tentang olahraga pendidikan, ujar dia nantinya akan semakin jelas aturan pendidikan jasmani dan olahraga yang dilaksanakan sebagai bagian proses pendidikan yang teratur dan berkelanjutan untuk memperoleh pengetahuan, kepribadian, keterampilan, kesehatan, dan kebugaran jasmani.

"Saat ini Ranperda Keolahragaan dalam tahap konsultasi akhir," katanya.

Ia menjelaskan harapan dari hadirnya Perda Keolahragaan yang merupakan gagasan DPRD sebagai penggunaan hak usul prakarsa tersebut adalah untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan bidang keolahragaan di Sumbar.

Seperti olahraga rekreasi atau olahraga masyarakat, pemerintah harus menyediakan sarana olahraga terbuka. Misalnya lapangan futsal, fasilitas untuk jalan sehat atau lari pagi dan juga fasilitas untuk penyandang disabilitas.

"Ini yang dirancang untuk dituangkan di dalam Ranperda sehingga kehadiran pemerintah untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan teras," ujar dia.

Selain itu penyusunan Ranperda ini, katanya tidak terlepas dari kondisi penyelenggaraan keolahragaan yang belum sesuai dengan harapan. Kondisi itu dapat dilihat dari turunnya prestasi atlet Sumbar pada berbagai even olahraga.

Hal lainnya belum terkoordinasinya pendanaan kegiatan olahraga dengan baik, belum jelasnya pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam penyelenggaraan dan belum terbangunnya kesadaran masyarakat akan arti penting olahraga dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas.

Dari pendalaman yang dilakukan berbagai pihak, ujarnya, permasalahan yang terjadi dalam pembangunan bidang keolahragaan, yakni belum optimalnya kemauan politik pemerintah dalam penyelenggaraannya, baik dari segi olahraga pendidikan, rekreasi maupun prestasi.

"Kemudian sistem pembinaan belum terarah dan belum berkesinambungan, contohnya ketika ada even olahraga atlet baru dipersiapkan dengan tergesa-gesa yang menyebabkan proses pembibitan serta peningkatan prestasi belum dapat berjalan sesuai harapan," katanya.

Ia mengatakan dari segi jumlah penduduk, Sumbar memiliki lebih kurang 5,5 juta jiwa merupakan sumber untuk memperoleh bibit-bibit yang potensial pada berbagai cabang olahraga. (*)




Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026