Logo Header Antaranews Sumbar

Stok Beras Bulog Bukittinggi 3.722 Ton

Senin, 4 Februari 2013 21:19 WIB
Image Print

Bukittinggi, (Antara) - Stok beras di Badan Urusan Logistik Divisi Regional Bukittinggi saat ini mencapai 3.722 ton untuk tujuh kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. "Stok tersebut masih tersimpan di lima gudang yakni gudang Baso, Tilatang Kamang, Tanjung Pati, Lubuk Sikaping dan Manggopoh," kata Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) II Bukittinggi, Majelwan Lisza, Senin. Bulog Divre II Bukittinggi, kata dia, membidangi tujuh wilayah Provinsi Sumatera Barat yaitu Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kabupaten Agam, Kabupaten 50 Kota, Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat. Stok sebanyak itu tersimpan di gudang Manggopoh Kabupaten Agam 785 ton, Tanjung Pati Kabupaten Lima Puluh Kota 873 ton, Baso Kabupaten Agam 802 ton, Tilatang Kamang Kabupaten Agam 535 ton dan pada gudang Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman 727 ton. "Semua beras tersebut merupakan produksi dalam negeri dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah dan ditambah sisa beras 2012 dari negara India 188 ton," kata dia. Bulog Divre Bukittinggi dalam menyalurkan untuk RTS pada tujuh wilayah tersebut selama 2012 telah berjalan lancar tanpa ada kendala sama sekali. "Kami mengupayakan pendistribusian beras selama tahun 2013 kepada rumah tangga sasaran lancar sehingga dapat membantu meringankan warga yang membutuhkan," kata dia. Dia menyampaikan, bawah Bulog telah menetapkan 109.412 rumah tangga sasaran (RTS) yang akan menerima beras untuk masyarakat miskin (raskin) pada 2013. "Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat untuk pendistribusian raskin kepada 109.412 RTS tahun ini telah diterbitkan 15 Januari 2013," katanya. Raskin di Kabupaten Agam untuk 26.235 RTS, Lima Puluh Kota 24.946, Pasaman 20.193, Pasaman Barat 26.652, Padangpanjang 2.359, Bukittinggi 2.644 dan Payakumbuh 6.383. "Masing-masing RTS akan menerima jatah beras seberat 15 kg per bulan dengan biaya tebus Rp1.600 per kilogram," katanya. Untuk kelancaran proses penyaluran beras selama 2013, kata dia, Bulog masih menunggu surat rekomendasi dari pemerintah kota dan kabupaten yang berada di wilayah kerja Bulog Bukittinggi. (*/ham/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026