
Sekolah Di Padang Deklarasikan Duta Anti Rokok
Jumat, 23 Desember 2016 14:29 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Sejumlah sekolah di Kota Padang, Sumatera Barat, mendeklarasikan duta anti rokok guna menjauhkan pelajar di kota itu dari pengaruh rokok.
"Gerakan tersebut sejalan dengan Perda Nomor 24 tahun 2012 tentang kawasan tanpa rokok sehingga gerakan ini perlu didukung penuh oleh semua pihak," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Padang Barlius saat deklarasi Duta Anti Rokok di Padang, Jumat.
Ia mengatakan gerakan tersebut selain mengingatkan kembali pemerintah akan penerapan Perda nomor 24 tahun 2012 yang belum efektif, juga bentuk kampanye kepada masyarakat tentang bahaya asap rokok.
"Selain itu gerakan tersebut juga merupakan langkah mengantisipasi bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia pada 2020," katanya.
Apabila tidak diantisipasi dari sekarang, lanjutnya maka anak muda Indonesia banyak yang sakit karena merokok sehingga bonus demografi tersebut menjadi sia-sia.
"Oleh sebab itu Pemkot Padang mengucapkan terima kasih kepada Ruang Anak Dunia (Ruandu) Foundation sebagai organisasi yang mengkoordinir 30 sekolah untuk gerakan tersebut," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, ia memerintahkan kepala sekolah di kota itu untuk melarang para tamu merokok di kawasan sekolah termasuk pejabat karena dapat mempengaruhi siswa.
Selain itu juga mengimbau masyarakat Kota padang untuk ikut mengampanyekan gerakan bebas asap rokok agar anak muda Indonesia bebas dari bahaya rokok.
Kepala SMPN 5 Padang Junaidi mengatakan untuk menyukseskan gerakan tersebut pihaknya bekerjasama dengan masyarakat setempat untuk mengawasi siswanya bahkan semua guru di sekolah itu tidak merokok.
"Selain itu kami juga memperketat peraturan agar siswa tidak terpengaruh dengan rokok," katanya.
Upaya tersebut juga merupakan langkah sekolah agar siswa di sekolah itu tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba karena penggunaan narkoba didasari oleh rokok, katanya.
Sementara itu Program Manajer Ruandu Foundation Wanda Leksmana mengatakan dipilihnya sekolah karena siswa merupakan orang yang mudah dipengaruhi sehingga diperlukan upaya pencegahan.
"Pencegahan tersebut dapat dengan membentuk gerakan yang saat ini baru SMPN 5 Padang yang mendeklarasikannnya dan dalam waktu dekat akan diikuti oleh sekolah lain di Padang seperti SMPN 1 Padang, SMP 1 Muhammadiyah Padang, SMAN 5 Padang," katanya.
Ia mengatakan Ruandu Foundation bekerja sama dengan 30 sekolah tingkat SMP dan SMA di Padang terdiri atas 20 sekolah negeri dan 10 sekolah swasta serta Muhammadiyah.
Ia menjelaskan sebelum dideklarasikan pihaknya terlebih dahulu melatih 20 siswa per sekolah guna diangkat menjadi duta bebas asap rokok yang tugasnya yaitu untuk mengajak siswa lain untuk tidak merokok. (*)
Pewarta: Aadiaat Makruf S H
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
