
BPBD : 65.068 Warga Berada di Zona Longsor
Minggu, 18 Desember 2016 19:00 WIB

Lubuk Basung, (Antara Sumbar) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyatakan, sekitar 65.068 dari 519.000 warga Agam berada dan tinggal di lokasi rawan tanah longsor saat curah hujan melanda daerah itu.
"Ke 65.068 orang ini tersebar di 14 dari 16 kecamatan se-Agam dengan luas potensi tanah longsor sekitar 88.852 hektare. Ini berdasarkan kajian resiko bencana Kabupaten Agam pada 2014-2018," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Agam, Yunelimeta di Lubuk Basung, Minggu.
Ia menjelaskan, 14 kecamatan itu yakni, Kecamatan Banumapu dengan jumlah warga tinggal daerah rawan longsor sebanyak 5.527 orang dengan potensi tanah longsor sekitar 981 hektare , Baso sebanyak 2.328 orang dengan pontensi sekitar 3.589 hektare.
Kemudian Canduang sebanyak 5.940 orang dengan potensi sekitar 3.074 hektare, Ampek Koto sebanyak 8.428 orang dengan potensi sekitar 4.846 hektare, Ampek Nagari sebanyak 714 orang dengan potensi sekitar 6.242 hektare.
Sedangkan di Kecamatan Kamang Magek sebanyak 2.108 orang dengan potensi 4.441 hektare, Lubuk Basung sebanyak 257 orang dengan potensi sekitar 4.040 hektare, Malalak sebanyak 15.292 orang dengan potensi sekitar 7.834 hektare, Matur sebanyak 5.073 orang dengan potensi sekitar 5.074 hektare, Palembayan sebanyak 4.477 orang dengan potensi sekitar 18.398 hektare.
Sementara di Kecamatan Palupuh sebanyak 7.866 orang dengan potensi sekitar 16.510 hektare, Sungai Pua sebanyak 1.832 orang dengan potensi sekitar 1.987 hektare, Tanjung Raya sebanyak 3.280 orang dengan potensi sekitar 9.806 hektare dan Tilatang Kamang sebanyak 1.946 orang dengan potensi sekitar 1.839 hektare.
"Kecamatan Tanjung Mutiara dan Ampek Angkek tidak ada warga tinggal di daerah rawan tanah longsor. Namun potensi tanah longsor di Tanjung Mutiara sekitar 182 hektare dan Ampek Angkek sekitar satu hektare," katanya.
Dari 14 kecamatan itu, tambahnya, kecamatan yang sering dilanda tanah longsor saat hujan yakni, Kecamatan Tanjung Raya, Malalak, Palupuh, Palembayan dan Ampek Koto.
"Daerah ini sering dilanda tanah longsor. Pada Sabtu (3/12), longsor juga melanda daerah itu mengakibatkan tiga unit rumah, badan jalan dan lainnya tertimbun material longsor," tegasnya.
Untuk meminimalisir korban jiwa, BPBD mengadakan sosialisasi dan simulasi kepada warga yang tinggal di daerah rawan tanah longsor.
Selain itu, memasang 43 unit Early Warning System (EWS) atau alat sistem peringatan dini bahaya longsor di Kecamatan Malalak, Tanjung Raya dan Palembayan.
"EWS ini merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pusat Pengkajian Teknologi, Kementrian Riset dan Teknologi," katanya.
Anggota DPRD Agam, Muhammad Abrar berharap BPBD untuk selalu memberikan sosialisasi dan simulasi kepada warga yang tinggal di daerah rawan tanah longsor.
Selain itu, membuat jalur evakuasi di daerah rawan tersebut.
"Dengan cara ini, masyarakat tidak panik saat bencana tanah longsor melanda daerah itu dan mereka akan melakukan evakuasi ke daerah yang lebih aman," katanya. (*)
Pewarta: Yusrizal
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
