Pulau Punjung, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat melantik Wali Nagari Muaro Sopan Ari Asmanto sebagai wali nagari termuda di daerah itu dengan usia 25 tahun empat bulan.
"Mungkin Ari berpredikat sebagai wali nagari termuda di sumbar, namun belum dapat kami pastikan sebab belum dikonfirmasi ke provinsi," kata Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Dharmasraya Asril AP, di Pulau Punjung, Kamis.
Sedangkan predikat wali nagari tertua yang dilantik adalah Wali Nagari Sungai Langkok, Kecamatan Tiumang Narin Imam dengan usia sekitar 54 tahun.
Menurut dia, jika melihat aturan terbaru saat ini untuk dapat mencalonkan diri sebagai calon wali nagari harus memiliki usia minimal 25 tahun.
Sedangkan, Wali Nagari Muaro Sopan, Kecamatan Padang Laweh Ari Asmanto mendaftarkan diri sebagai calon wali nagari di usia 25 tahun dua bulan pada Oktober lalu.
"Jadi analis sementara dapat dikatakan Dharmasraya memiliki wali nagari termuda di Sumbar, namun itu belum dapat kami pastikan karena belum semua daerah yang melaksanakan pemilihan wali nagari dengan aturan terbaru," ujarnya.
Sementara itu, Wali Nagari Muaro Sopan Ari Asmanto mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan masyarakat terhadap dirinya untuk memimpin Nagari Muaro Sopan enam tahun ke depan.
Berpredikat sebagai wali nagari termuda, menurut dia, itu bukanlah hal yang perlu dipikirkan karena yang terpenting sebagai pemimpin haruslah melayani masyarakat .
"Visi misi saya sederhana, yakni reformasi di bidang pelayanan publik. Karena bagaimanpun masyarakat membutuhkan pelayanan yang ramah, sopan, santun dan yang paling penting tidak berbelit belit. Kalau bisa cepat kenapa harus lama," ungkapnya.
Ia menceritakan, sebelum terpikir menjadi calon wali nagari Ari setelah lulus kuliah sempat mendapat panggilan untuk bekerja di salah satu bank swasta di Dharmasraya.
Memutuskan untuk menjadi calon wali nagari atau memilih panggilan bekerja di bank merupakan suatu pilihan sulit yang harus ia ambil waktu itu, ungkap dia.
"Saya sempat bingung karena waktunya hampir bersamaan dengan proses pemilihan wali nagari, namun setelah saya fikir-fikir, sebagai anak muda sudah saatnya harus berani keluar dari zona aman sehiggga memutusakan untuk mengabdi membangun nagari," ucapnya. (*)
