
Wabub Dharmasraya Ingatkan ASN Tidak Terjerat Perselingkuhan
Rabu, 7 Desember 2016 16:48 WIB

Pulau Punjung, (Antara Sumbar) - Wakil Bupati Dharmasraya, Sumatera Barat Amrizal mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah itu untuk mampu menjaga diri dan tidak terjerat kasus perselingkuhan yang dapat mencoreng nama baik korps pegawai.
"ASN harus menjadi teladan, karena setiap yang dilakukan pegawai harus dapat menjadi contoh oleh masyarakat," katanya di Pulau Punjung, Rabu.
Ia mengatakan kasus perselingkuhan sudah banyak terjadi di kalangan pegawai dan pejabat saat ini. Bahkan ia sudah menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya pejabat pemerintah di daerah itu yang terlibat perselingkuhan.
Jika ada salah satu pejabat di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terlibat perselingkuhan maka kepala dinas harus bertindak tegas menyelesaikannya.
"Sanksi ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku. Sanksi terberatnya dapat dipecat," tegasnya.
Ia juga mengingatkan jajaran ASN untuk tidak terlibat asusila, mengingat maraknya kasus asusila atau kejahatan seksual yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Pada sejumlah media yang menjadi korban kejahatan seksual adalah anak-anak. Kondisi ini tentu sangat memiriskan bagi kita.
Karenanya jika ada PNS yang terlibat dalam kasus ini maka dapat dilakukan pemecatan, namun dengan tidak mengabaikan proses hukum.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat Mualimin Jba mengatakan jika kasus perselingkuhan menjerat seorang pejabat pemerintah setempat maka harus diberi sanksi keras.
Kasus perselingkuhan tidak hanya mencoreng nama baik pemerintah daerah saja, namum akan berdampak terhadap citra daerah.
"Jadi yang akan malu tidak hanya kalangan pegawai pemerintah, jika kasus perselingkuhan menyebar ke seluruh daerah lain maka masyarakat Dharmasraya juga akan menerima malunya," katanya. (*)
Pewarta: Ilka Jensen
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
