
Realisasi ADD dan ADN Pasaman Barat Rendah
Kamis, 1 Desember 2016 18:15 WIB

Simpang Empat, (Antara Sumbar) - Realisasi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Alokasi Dana Nagari (ADN) di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), masih rendah hingga awal Desember ini.
Untuk realisasi ADD hingga minggu keempat November masih 53,7 persen sedangkan ADN masih 57,8 persen.
Bupati Pasaman Barat, Syahiran saat pertemuan dengan wali nagari (kepala desa) di Aula Kantor Bupati Pasaman Barar, Kamis (1/12) mengatakan, wali nagari jangan takut untuk mempergunakan ADD dan ADN untuk pembangunan nagari.
Pemerintah pusat dan daerah sudah memperhatikan nagari-nagari (desa-desa) yang ada di seluruh Indonesia. Jadi, wali nagari tidak usah takut untuk mempergunakan anggaran tersebut, selama untuk pembangunan dan masyarakat.
"Jika walinagari takut dengan regulasi yang semakin sulit, bisa berkonsultasi dengan pihak terkait. Lagi pula ada tenaga ahli untuk hal ini, ada pendamping desa, dan pendamping nagari untuk berkonsultasi," kata Syahiran.
Ia menambahkan, jika wali nagari masih takut untuk mempergunakan ADD dan ADN. Maka anggaran yang sudah ditetapkan untuk nagari akan menjadi silva jika masih tersisa.
"Kalau masih kurang juga wali nagari bisa mempergunakan tenaga akuntansi dalam pengelolaannya," ujarnya.
Menurutnya, wali nagari harus cepat mempelajari regulasi menyangkut keuangan. Jika pada tahun 2016 ADD sebesar Rp19 Miliar dan ADN Rp12 Miliar, maka pada tahun 2017 akan meningkat 200 persen.
"Kalau wali nagari tidak mempelajari regulasi, masih takut-takut juga mempergunakan anggaran yang telah disediakan. Akan jadi silva terus, dan itu juga tidak baik. Saya menyadari bahwa regulasi cepat berubah setiap waktu. Namun, kita harus tetap belajar," ungkap Syahiran.
Ia menyebutkan sesuai dengan surat edaran pencairan alokasi dana nagari dan dana desa selambat-lambatnya 13 Desember 2016. Dari data yang diterima realisasi dana nagari baru mencapai 66 persen dan fisik 75 persen.
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pasaman Barat, Etris Dsem mengatakan progres realisasi keuangan dana desa di lapangan 46,8 persen realisasi fisik dana desa rata-rata kabupaten perminggu ke empat November adalah 53 persen.
Progres realisasi keuangan ADN 55,7 persen, realisasi fisik ADN 57,8 persen.
"Kami menyadari bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari aturan yang sering berubah. Kekosongan tenaga pendamping desa dan lain sebagainya," ujar Etris Dsem.
Ia mengharapkan kepada semua walinagari agar memacu realisasi anggaran tersebut. Selain itu bisa berkoordinasi dengan pihak kabupaten. (*)
Pewarta: Altas Maulana
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
