
Pelajar Dominan Terjaring Operasi Zebra di Bukittinggi

Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Kepolisian Resor Kota Bukittinggi, Sumatera Barat menyebutkan pelajar dominan terjaring selama Operasi Zebra digelar di daerah wisata provinsi itu.
"Sepanjang pelaksanaan Operasi Zebra hingga hari ini, pelanggaran umumnya dilakukan pelajar seperti tidak memakai helm saat berkendara kendaraan roda dua atau tidak lengkap surat-surat," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bukittinggi, AKP Aris Cai Dwi Susanto di Bukittinggi, Selasa.
Ia menyebutkan selama Operasi Zebra sejak 16 November 2016 hingga Selasa (22/11) siang, pihaknya telah mengeluarkan sebanyak 461 bukti pelanggaran (tilang).
Sebanyak 130 tilang bagi kendaraan roda dua umumnya karena pengemudi tidak menggunakan helm dan sisanya surat kendaraan tidak lengkap, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) sebanyak 159 tilang dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sebanyak 172 tilang.
"Pelanggaran itu paling banyak terjadi di kawasan yang memang ramai aktivitas seperti di Aur Kuning dan Pasar Banto," katanya.
Ia menerangkan selama kegiatan itu berlangsung hingga 29 November 2016, pihaknya melakukan pengawasan rutin dan menindak segala bentuk pelanggaran lalu lintas.
"Operasi Zebra ini berbeda dengan kegiatan sebelumnya seperti Operasi Simpatik yang mengedepankan penyuluhan atau imbauan. sebesar 80 persen kegiatan dalam Operasi Zebra berupa penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas," jelasnya.
Diharapkan usai kegiatan itu dapat memberikan efek jera bagi pengendara yang masih melakukan pelanggaran sehingga menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas.
Sementara, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat Sosiawan Putra mengatakan pemerintah telah memberikan aturan bagi setiap sekolah agar siswa yang belum memenuhi syarat berkendara dilarang menggunakan kendaraan ke sekolah.
"Aturan ini sudah ada dan kami terus pantau dan imbau sekolah agar melakukan pengawasan kepada setiap siswa," katanya.
Sementara saat anak berada di luar lingkungan atau jam sekolah, pihaknya mengimbau para orang tua agar mengawasi anak secara lebih cermat dengan tidak membiarkan anak menggunakan kendaraan secara bebas. (*)
Pewarta: Ira Febrianti
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
