Logo Header Antaranews Sumbar

Pesisir Selatan Berencana Penuhi Kebutuhan Batik Pelajar

Selasa, 8 November 2016 12:22 WIB
Image Print
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni. (Antara)

Painan, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), berencana memenuhi kebutuhan batik pelajar melalui produksi Rumah Batik Kota Terpadu Mandiri (KTM) Silaut, Kecamatan Silaut daerah setempat.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni di Painan, Selasa, mengatakan apabila rencana itu terlaksana maka akan menyerap banyak tenaga kerja dan harganya pun lebih murah karena tidak membutuhkan ongkos kirim antar pulau.

"Kedepan sama-sama untung baik pelajar ataupun masyarakat yang sebelumnya tidak bekerja, berbeda apabila batik didatangkan dari luar daerah selain harganya lebih tinggi ditambah ongkos kirim, pengusaha rumah batik disana juga mendapat untung karena memiliki banyak pesanan," katanya.

Ia pun mengaku optimis hal itu terlaksana karena banyaknya tenaga kerja di daerah tersebut.

"Saya sudah mendatangi rumah batik tersebut dan saya juga sudah meminta ketuanya menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk produksi lebih banyak," katanya.

Bahkan kata Hendrajoni, tidak menutup kemungkinan seragam khususnya batik yang dikenakan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat juga diproduksi oleh rumah batik itu.

Terpisah Ketua Rumah Batik KTM Silaut, Dewi Absari Kurniasi menyambut baik rencana bupati tersebut. Ia berharap selain bisa menyerap banyak tenaga kerja rumah batik yang di pimpinannya juga semakin dikenal.

"Kedepan masyarakat Pesisir Selatan harus berbangga karena daerah ini memiliki rumah batik dengan kualitas baik," ungkapnya.

Ia menyebutkan beberapa kendala untuk memproduksi batik dalam jumlah banyak diantaranya bahan kain, tinta hingga ke bentangan kain.

Namun dengan rencana yang diutarakan oleh orang nomor satu di kabupaten itu ia pun yakin kendala tersebut bisa teratasi.

Rumah Batik KTM Silaut merupakan bagian dari Himpunan Wirausaha Transmigrasi di Kecamatan Lunang dan Silaut dengan produk unggulan batik printing tanah liek. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026