
Bupati : Akhir 2016, Enam Irigasi Bisa Dimanfaatkan
Senin, 7 November 2016 16:00 WIB

Painan, (Antara Sumbar) - Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Hendrajoni menyebutkan pada akhir 2016 terdapat enam irigasi yang bisa dimanfaatkan petani setempat dan diperkirakan irigasi tersebut mampu mengairi 11.500 hektare sawah tadah hujan.
Ia di Painan, Senin, mengatakan irigasi tersebut saat ini dalam tahap pengerjaan, keenam irigasi itu adalah Irigasi Amping Parak Kecamatan Sutera, Irigasi Lubuk Sarik Kecamatan Lengayang, Irigasi Koto VIII Kecamatan Ranah Pesisir.
Selanjutnya, Irigasi Lubuk Buaya Kecamatan Linggo Sari Baganti dan Irigasi Malepang dan Ampang Tulak di Kecamatan Basa IV Balai.
Akibat pengerjaan irigasi tersebut, kata Hendrajoni terjadi penundaan penanaman padi dan ia mendorong petani untuk segera turun ke sawah karena musim hujan sudah masuk.
"Karena musim hujan telah datang petani segera turun ke sawah, dan Insya Allah dengan bisa dimanfaatkan enam irigasi tersebut kedepan petani tidak perlu lagi menunggu musim hujan," katanya.
Untuk memaksimalkan produksi padi ia mengajak petani menerapkan Sistem Tanam Jajar Legowo karena dinilai meningkatkan hasil produksi sebesar 500 kilogram hingga dua ton per hektare.
Bupati pun mengapresiasi kegigihan petani dalam upaya meningkatkan produktifitas lahannya, hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan hasil produksi padi setiap tahunnya diatas lima persen.
"Berkat kegigihan tersebut Pesisir Selatan pun diganjar penghargaan ketahanan pangan dari pemerintah pusat," ucapnya.
Pada 2016 ia pun menargetkan produksi 327.414 ton gabah kering giling dari 63.573 hektare luas tanam di kabupaten itu.
Terpisah, Tokoh masyarakat Sutera yang juga mantan ketua HKTI setempat, Ramadhan mengatakan dalam upaya meningkatkan produktifitas padi pemerintah kabupaten diimbau tidak hanya fokus pada irigasi dan sistem tanam, namun lebih kepada pembinaan petani.
"Banyak petani yang belum merasakan sentuhan langsung dari pemerintah sehingga produktifitas mereka jalan ditempat," ucapnya. (*)
Pewarta: Didi Someldi Putra
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
