Logo Header Antaranews Sumbar

Jorong Data Kampuang Dadok Daerah "Zona Kuning"

Kamis, 31 Januari 2013 19:48 WIB
Image Print

Lubukbasung, Sumbar, (ANTARA) - Jorong Data Kampung Dadok Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat daerah "Zona Kuning" yang berpotensi longsor susulan karena alih fungsi lahan."Ini berdasarkan hasil kajian yang tim di lokasi longsor yang terjadi Minggu (27/1)," kata Kasubdin Evaluasi Bencana Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Agus Solihin di Lubukbasung, Kamis (31/1). Tambah dia, status zona kuning atau daerah berpotensi longsor saat curah hujan tinggi, terjadi akibat alih fungsi lahan di sekitar bukit dari perkebunan menjadi sawah."Informasi yang kami peroleh, lokasi longsor awalnya merupakan daerah perkebunan cangkeh, pala, coklat dan beberapa tahun kemudian, lokasi ini dijadikan sebagai lahan sawah," kata Agus Solihin.Selain itu, tambah dia, bukit yang mengelilingi Danau Maninjau Kecamatan Tanjung Raya, memiliki tebing terjal bebatuan vulkanik yang sangat rentan longsor.Untuk itu, masyarakat Kecamatan Tanjung Raya harus meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam Bambang Warsito menambahkan, Pemkab Agam telah mengimbau agar warga yang tinggal di perbukitan ini supaya meningkatkan kewaspadaan saat hujan."Pemerintah telah menyarankan agar membangun rumah di lokasi yang aman dari longsor," katanya.Pasca gempa bumi melanda Sumbar pada 30 September 2009, sebanyak 842 kepala keluarga di Tanjung Sani direlokasi akibat daerah mereka ditetapkan sebagai zona merah atau daerah tidak bisa ditempati.Ke 842 kepala keluarga ini berada di Jorong Mungko Jalan, Galapuang, Pandan dan Batu Nangai.Penetapan zona merah ini berdasarkan surat Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Nomor 474/45/BGL/V/2011 tanggal 8 Maret 2011 yang menyatakan bahwa daerah tersebut merupakan zona merah dan berbahaya untuk ditempati.Dengan cara ini, pebangunan di daerah tersebut tidak bisa dilakukan dan ke 842 warga ini diminta agar membangun di daerah aman."Dalam waktu dekat, bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk 842 kepala keluarga ini akan cair dan kita meminta agar mereka membangun di lokasi yang aman," tambahnya. (**/ari/wij)



Pewarta:
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026