
Kapolresta Padang Sidak Bagian Pelayanan SIM

Ia menyatakan pengecekan ini sebagai langkah nyata merubah kultur Polri agar semakin dipercaya masyarakat, tentu dimulai dengan membersihkan diri sendiri.
Sistem pelayanan di kantor serta kinerja anggota di lapangan akan menjadi perhatian utama. Selain itu sarana dan prasarana dalam pembuatan SIM juga harus baik dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Dia menyebutkan sudah kewajiban seluruh anggota untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab serta bersih dari praktik percaloan.
Calo harus dibersihkan dan dihapus, jangan sampai ditemukan dalam pelayanan SIM atau pembuatan STNK, karena perbuatan itu melanggar hukum serta menyebabkan keresahan di masyarakat, kata dia.
Jika ada anggota yang terbukti melakukan pungutan liar akan ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku. Ia sendiri berjanji akan terus melakukan sidak di jajarannya agar kualitas pelayanan semakin prima.
"Yang menjadi perhatian kita adalah pelayanan terhadap masyarakat secara langsung, mulai dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), pelayanan SIM dan pelayanan lainnya," jelas dia
Ia meminta polisi untuk memperlihatkan pelayanan yang prima kepada masyarakat, bekerja dengan tulus dan tidak meminta imbalan.
"Hari ini ada 30 pemohon SIM yang tidak lulus, itu suatu perubahan karena kita membersihkan diri, jika memang tidak layak ya tidak diluluskan," tegas dia.
Dalam melakukan sidak pada pukul 14.30 WIB, Kapolres Chairul Aziz didampingi Kasat Lantas Kompol Hamidi dan Kasi Propam. (*)
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
