Logo Header Antaranews Sumbar

Buku Pelajaran Berisi Pornografi Ditemukan di Pasaman

Selasa, 4 Oktober 2016 17:22 WIB
Image Print

Lubuk Sikaping, (Antara Sumbar) - Buku Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan untuk kelas V Sekolah Dasar yang diduga mengandung isi pornografi ditemukan di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Buku karangan Dadan Heryana dan Giri Verianti yang diterbitkan oleh Acarya Media Utama itu dialihkan hak ciptanya kepada Kementerian Pendidikan Nasional.

Terkait dengan beredarnya buku tersebut, pihak Kecamatan Lubuk Sikaping dan Muspika telah turun ke beberapa sekolah yang ada di daerah itu, Selasa.

"Kami bersama Muspika tadi langsung turun ke SDN 05 dan SDN 10 Lubuk Sikaping untuk meminta penjelasan tentang buku tersebut," ujar Camat Lubuk Sikaping Aksan di Lubuk Sikaping.

Menurutnya, setelah melihat isi buku tersebut memang ditemukan beberapa pertanyaan yang seharusnya tidak diberikan kepada murid kelas V SD.

"Kita meminta kepada pihak Dinas Pendidikan untuk menyurati seluruh sekolah tingkat SD/sederajat agar tidak mengajarkan pelajaran yang diduga berisi pornografi dalam BAB V halaman 55 hingga 61 ini. Menurut informasi dari guru, buku tersebut belum sempat diajarkan karena baru sampai BAB III yang diajarkan," jelasnya.

Ia menyebutkan buku tersebut berasal dari Kementerian Pendidikan yang diberikan kepada pemerintah daerah.

Artinya, katanya menambahkan, setiap pelajaran olahraga dan kesehatan para guru meminjamkan buku tersebut kepada anak-anak. "Setelah selesai, buku tersebut dikembalikan kepada guru. Untung kita cepat tahu," sebutnya.

Terkait dengan ditemukannya buku berisi pornografi tersebut, pihak Dinas Pendidikan akan mengumpulkan seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan yang ada di daerah itu.

"Kami akan menggelar rapat terkait temuan buku ini pada Kamis (6/10) lusa di Lubuk Sikaping. Kita perlu mengumpulkan seluruh kepala UPTD untuk membahas masalah ini. Setelah itu, pihak UPTD nanti yang akan menyampaikannya ke sekolah-sekolah," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pasaman, Budi Indrawan.

Menurutnya, buku olahraga dan kesehatan kelas V SD tersebut adalah buku Nasional yang secara materi tidak menyalahi. Tapi, untuk budaya di Minangkabau buku tersebut memang kurang tepat untuk memberikan pelajaran kepada anak-anak, ditambah lagi dengan bahasa yang terlalu seronok.

"Kami bersama-sama Kepala UPTD Pendidikan nanti akan membahas bagaimana guru olahraga melewatkan pelajaran yang ada pada Bab V tersebut atau guru secara arif dan bijak menyampaikan pelajarannya," ujarnya.

Pihaknya tidak menyalahkan pihak sekolah, di mana sebelum buku ini diperbanyak atau diperjualbelikan tentu telah ada tim dari Kementerian Pendidikan yang menyatakan bahwa isi buku ini layak untuk diajarkan kepada para siswa setingkat Sekolah Dasar.

Sementara itu Kepala SDN 05 Lubuk Sikaping, Ahmad Yusra mengatakan pihaknya tidak mengetahui sama sekali jika ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak sepantasnya dikemukakan dalam buku pelajaran SD itu.

"Kami juga terkejut dan tak menyangka jika di buku pendidikan jasmani ada beberapa pertanyaan yang tergolong vulgar. Kita akan secepatnya berkoordinasi dengan pihak UPTD Lubuksikaping dan Disdik setempat, bagaimana solusi yang terbaik untuk anak-anak SD ini," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026