Logo Header Antaranews Sumbar

Sekolah Chicago Perintahkan Tarik Buku tentang Iran dari Pelajaran

Sabtu, 16 Maret 2013 07:59 WIB
Image Print

Chicago, (Antara/Reuters) - Sekolah Negeri Chicago (SPC), pekan ini, memicu kontroversi dengan memerintahkan agar "Persepolis", novel grafis yang sangat terkenal mengenai seorang anak perempuan yang tumbuh di Iran saat Revolusi Islam, ditarik dari mata pelajaran. Kepala Pelaksana CPS Barbara Byrd-Bennet, Jumat (15/3), mengatakan wilayah tidak melarang buku karya Marjane Satrapi itu, tapi telah memutuskan buku tersebut "tak layak buat penggunaan umum" dalam kurikulum kelas tujuh. "Jika guru kelas tujuh anda belum mengajarkan buku ini, tolong minta mereka untuk tidak melakukannya dan mengeluarkan buku itu dari ruang kelas mereka," kata Byrd-Bennet di dalam satu pernyataan sebagaimana dikutip Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi. Ia mengatakan buku tersebut memiliki "gambaran kuat mengenai penyiksaan" dan wilayah itu sedang mempertimbangkan apakah buku tersebut mesti dimasukkan ke dalam kurikulum kelas delapan sampai 10. Pernyataan itu dikirim sebagai penjelasan, sebab para guru sekolah negeri Chicago menerima instruksi yang berbeda awal pekan ini, yang memberitahu mereka buku tersebut akan ditarik dari perpustakaan. Kristan Starr, pejabat perpustakaan di Lane Tech, sekolah dengan pendaftaran terbatas buat siswa kelas tujuh sampai 12, mengatakan ia pada Rabu (13/3) diberitahu buku itu harus dikeluarkan dari ruang kelas dan perpustakaan. Christopher Dignam, Kepala Sekolah Lane Tech, mengirim surel kepada stafnya pada Kamis untuk mengkonfirmasi instruksi tersebut. Surat elektronik itu menyatakan personel CPS diinstruksikan untuk secara fisik mendatangi setiap sekolah sampai Jumat dan mengumpulkan novel tersebut dari semua ruang kelas serta perpustakaan. Bahkan mereka diinstruksikan untuk memastikan bahwa buku tersebut ditarik dari murid dan guru. Di dalam surelnya, Dignam mengatakan ia tak diberitahu alasan tindakan itu. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026