Logo Header Antaranews Sumbar

Lima Rumah Petak Ludes Terbakar

Rabu, 28 September 2016 17:30 WIB
Image Print
Lima rumah petak terbakar di Palangki, Sijunjung, tak ada korban jiwa. (cc)


Sijunjung, (Antara) Peristiwa kebakaran terjadi di Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari, kabupaten Sijunjung, tepatnya berada di simpang empat masjid Syuhada yang berada ditepi lintas Sumatra, sedikitnya lima peta rumah susun ludes.
Peristiwa mengamuknya "si jago" merah mulai pukul 09.00 Wib, pada Rabu, hanya berlangsung sekitar 15 menit rumah yang dihuni tiga Kepala Keluarga (KK) itu tingal puing-puing.
Menurut saksi Ronal (30) awalnya melihat kepulan asap ketika dirinya ingin mengunting rambut yang berjarak sekitar tiga meter dari lokasi kebakaran tersebut.
"Awalnya saya mau gunting rambut, setelah sampai dan duduk ditempat cukur rambut terlihat kepulan asap yang semakin tebal, awalnya prasangka cuma asap orang membakar sampah" ujarnya.
Selama lebih kurang sepuluh menit kobaran api semakin merajalela, tak disangka kebakaran rumah dan secara spontan Ronal berteriak histeris. "Kebakaran...kebakaran, hanya sekitar lima orang kami langsung melakukan pemadaman secara cepat, memakai perlengkapan apa adanya yang bisa dilakukan untuk pemadaman" cerita dia.
Setelah sijago merah membumihanguskan seisi rumah yang tak sempat diselamatkan warga, karena begitu cepat api menjalar ke bagian lain dan air untuk pemadaman terbatas.
"Ya, kami bisa memadamkan dengan air bandar pun diangkut, namun ada warga yang lewat dua mobil L 300 pengangkut air dengan galon kami stop, disitulah api mulai jinak," ujarnya.
Sekitar 15 Menit lima upaya warga untuk memadamkan, baru datang mobil pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana (BPBD), dan datang pihak Polsek IV Nagari dan Koramil IV Nagari dengan personel menolong warga mengevakuasi barang barang rumah warga yang berada dekat kobaran api.
Ketika melihat dan dapat laporan Maja (33) salah seorang pemilik rumah petak tersebut, hanya bisa melihat rumahnya rata dan telah menjadi puing. "Saya tidak tau persis kronologisnya hanya dapat informasi dari warga, ketika itu telah menjadi abu, karena saya sewaktu kejadian sedang berada diluar dan istri sedang melakukan kegiatan sekolah, kalau ditaksirkan kerugian saya berkisar 200 juta" katanya.
Sementara itu, Kapolsek IV Nagari Surya Negara yang berada di tempat kejadian peristiwa menambahkan, memindahkan barang-barang di rumah dekat api berkobar ke tempat yang aman, upaya tersebut supaya tidak merembet kerumah sebelah.
Alhamdulillah dengan sumua kekuatan dari semua pihak, maka sijago merah baru bisa dijinakkan sekitar satu jam kemudian.
Menurut informasi Kapolsek IV Nagari, kebakaran tersebut berasal dari rumah Maja (35), akibat harus pendek yang mengakibatkan korsleting. "Keterangan saksi, penghuni rumah tidak ada di rumah pagi itu, dan dua orang yang mengontrak juga sedang melihat keramaian, acara manasik haji anak PAUD di lapangan dekat TKP", ujar Surya.
Penghuni rumah petak itu, di antaranya Kadir (50) seorang penjual Bakso, Kedua Maja (33) pemilik rumah petak, ketiga Buk Eda (50), dengan kerugian secara keseluruhan diperkirakan sekitar Rp500 juta..



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026