
BMKG: Tidak Ada Titik Panas di Sumbar
Selasa, 23 Agustus 2016 16:28 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun GAW Koto Tabang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan pantauan terakhir satelit Terra dan Aqua pada Selasa, tidak terdapat titik panas di provinsi itu.
"Sebaran titik panas di Sumbar nihil atau nol pada periode 22 hingga 23 Agustus," kata Kepala Seksi Meteorologi BMKG GAW Koto Tabang, Budi Satria saat dikonfirmasi dari Padang, Selasa.
Namun, potensi kemudahan terjadinya kebakaran di Sumbar masih perlu diwaspadai terutama di Kabupaten Pasaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Solok dan Padang Pariaman.
Menurutnya, saat ini secara umum bahkan Pulau Sumatera relatif aman dengan titik panas.
Ia menyebutkan saat ini hanya terdapat beberapa titik panas di daerah Riau, namun hal tersebut tidak berpengaruh banyak terhadap kualitas udara secara umum.
Bahkan, katanya, berdasarkan peta sebaran titik panas pantauan sensor satelit Terra dan Aqua tanggal 21 Agustus, dengan tingkat kepercayaan 81 hingga 100 persen, terdapat tiga titik panas di Sumatera dan 21 titik di Kalimantan.
"Untuk Sumbar, kabut asap dari provinsi Riau tidak masuk ke wilayah itu karena angin masih bergerak dari arah tenggara menuju timur laut," katanya.
Sebelumnya, kebakaran lahan terjadi di Bukit Patambuan, Taluak Batuang, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan pada Jumat (19/8) dengan lahan yang terbakar mencapai satu hektare lebih.
Sementara terkait Kabupaten Limapuluh Kota yang berpotensi mengalami kebakaran hutan, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi mengimbau masyarakat setempat meningkatkan kemewaspadaan terhadap kebakaran mengingat musim kemarau panjang melanda daerah itu sejak beberapa bulan terakhir.
"Kami meminta masyarakat selalu waspada terhadap bahaya kebakaran, apalagi dalam kondisi kemarau saat ini," ujarnya.
Menurutnya, musibah dapat terjadi kapan dan dimana saja sehingga masyarakat tidak boleh lalai terhadap masalah itu dan lakukan antisipasi dini. (*)
Pewarta: Vicha Faradika
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
