Presiden akan Buka International Microfinance Conference 2012

id Presiden akan Buka International Microfinance Conference 2012

Presiden akan Buka International Microfinance Conference 2012

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (ANTARA)

Yogyakarta, (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan akan membuka International Microfinance Conference 2012 di Yogyakarta, Senin (22/10), yang akan memaparkan tentang keberhasilan Indonesia dalam mengembangkan UKM di Tanah Air. "Presiden akan membuka ajang ini," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Syarief Hasan, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Yogyakarta, Minggu. Menurut Menteri Syarief, acara bertaraf internasional itu akan menjadi ajang promosi bagi kisah sukses Indonesia mengembangkan lembaga keuangan mikro. Selain itu, lanjutnya, konferensi itu juga akan memaparkan pelaksanaan gerakan "financial inclusion" misalnya Kredit Usaha Rakyat (KUR). "Kami akan putar video KUR sebelum Presiden memberikan opening speech (pidato pembukaan)," kata Menkop. Ia menuturkan,Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengko Buwono ke-10 juga akan memberikan sambutannya. "Yogyakarta sebagai tuan rumah merupakan kota industri kreatif sekaligus merupakan tujuan wisata ke-2 di Tanah Air setelah Bali. Gubernur akan memberikan sambutannya," katanya. Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM yang juga Chairman Organizing Commetee International Microfinance Conference 2012 Choirul Djamhari mengatakan, Presiden akan membuka dan menjadi salah satu pembicara kunci dalam acara tersebut. Selain itu, ujar Choirul, pembicara lainnya antara lain yakni Menteri Koperasi dan UKM, Prof Muhammad Yunus (Pendiri Grameen Bank dan Pemenang Hadiah Nobel), Larry Reed (Global Microcredit Summit Campaign) dan Jay Rosengard dari (Harvard University). (*/jno)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.