Logo Header Antaranews Sumbar

Kemenpar: Sumbar Punya Semua Potensi Wisata

Rabu, 3 Agustus 2016 16:15 WIB
Image Print

Padang, (Antara Sumbar) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia mengatakan pada pembukaan "Festival Soto dan Sate Nusantara" serta lomba memasak rendang bahwa Sumatera Barat memiliki semua potensi terlebih dalam bidang wisata.

Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kemenpar Roseno Arya di Padang, Rabu, mengatakan Sumbar memang memiliki semua potensi wisata, seperti alamnya yang indah dan sejuk, budaya yang mempunyai ciri khas tersendiri, seni yang tidak semua orang dapat memainkannya, serta kulinernya yang lezat hingga terkenal di seluruh dunia.

Ia menyebutkan Pantai Padang saat ini sudah bagus dan bersih, sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu yang terbilang kotor sehingga tidak banyak orang yang ingin berkunjung kesana.

Meskipun begitu, katanya menambahkan hal tersebut harus dapat ditingkatkan lagi seperti dibuat trotoar bagi pejalan kaki di sepanjang pinggir pantai dan juga tempat bermain anak-anak agar pengunjung lebih ramai.

Menyangkut "Festifal Soto dan Sate" yang diadakan pihak Kemenpar di Jalan Samudera No.1 atau di depan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Roseno mengatakan tujuan lain diadakannya kegiatan tersebut agar tim-tim yang sudah berada di Kota Padang dan akan bertanding pada ajang balap sepeda Tour de Singkarak yang dimulai pada 6 agustus 2016 tersebut dapat mencicipi dan menikmati masakan khas Minangkabau.

"Kegiatan ini juga salah satu ajang promosi Sumbar, karena pengunjung yang datang tidak hanya dari dalam daerah saja, pelancong luar negeri juga ada yang datang," tambahnya.

Selain itu, ia juga mengatakan pada 5 Agustus 2016 Menteri Pariwisata akan datang ke Padang, dan keesokan harinya akan membuka lomba balap sepeda Tour de singkarak di tepi Danau Singkarak, Kabupaten Solok, dan Kota Padang akan dilalui pada 14 Agustus 2016.

Roseno mengimbau masyarakat sekitar, jika seandainya terjadi macet dimohon untuk bersabar karena ini juga bagian dari mengenalkan Indonesia kepada seluruh dunia.

"Kalau macet ya itu hal yang biasa mengingat kegiatan sebesar ini memang butuh dukungan dari semua pihak, dan juga seluruh kekurangan dan kesalahan tentu menjadi evaluasi pada masa mendatang," kata dia.

Senada dengan itu, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan untuk menambah minat wisatawan datang ke daerah itu, maka akan dibangun diorama atau miniatur yang menggambarkan masa lampau daerah tersebut.

"Kami akan bangun di kaki Gunung Padang, rencana pada 2017 pembangunan akan segera dimulai," kata Mahyeldi. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026