
Petani di Kuranji Gagal Panen Akibat Kemarau
Senin, 11 Juli 2016 12:43 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Sejumlah petani di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, mengalami kegagalan panen akibat diserang hama wereng yang muncul karena kemarau yang terjadi dalam dua pekan terakhir.
"Seharusnya kami panen padi minggu ini. Namun akibat Wereng, daun menguning dan akhirnya tanaman mati," kata salah satu petani setempat, Sopyan (46) di Padang, Senin.
Dia mengaku kegagalan panen ini sudah terlihat sehari sebelum Idul Fitri 1437 Hijriah lalu.
"Awalnya sebagian tanaman padi menguning kemudian merambat ke tanaman sebelahnya dan terjadi hingga akhirnya beberapa petak sawah rusak," ujarnya.
Akibat kegagalan panen ini dirinya menunda melakukan penanaman pada beberapa petak sawah yang sebelumnya dimanfaatkan untuk menanam jagung.
Dia khawatir cuaca yang masih minim hujan tersebut membuat tanaman tidak mendapat pasokan air yang cukup. Sebab aliran irigasi yang biasa untuk mengalirinya tidak deras dari sumber di bagian atas atau bukit.
Petani lain di sekitar Tui Kuranji Padang, Syamsu (53) juga mengaku mengalami kegagalan panen padi akibat kemarau.
Menurutnya meski kemarau tidak sepanjang waktu sebelumnya, namun akibat rendahnya intensitas hujan menyebabkan padi kekurangan cairan.
Hal ini juga dibarengi serangan serangga yang merusak sehingga banyak tanaman yan rusak.
"Seharusnya dua minggu lagi kami panen, sepertinya harus menanam ulang," tambahnya.
Dia mengaku selama ini menanam padi memanfaatkan aliran hujan, meski tetap menggunakan irigasi.
Menurutnya aliran air irigasi yang tidak deras menjadikan hujan sebagai andalan.
"Untungnya saat ini mulai hujan, diharapkan dua hari lagi kami bisa menanam," ujarnya.
Sedangkan Saepuddin di Korong Gadang Padang, petani bayam dan sayuran juga mengalami hal yang serupa.
Ia mengaku akibat cuaca panas dan kemarau dua minggu terakhir, lahan sekitar menjadi kering dan air pun minim.
"Hal ini jelas mengganggu pertumbuhan bayam yang memang membutuhkan kondisi lembab," lanjut dia.
Dia berharap mulai Minggu ini kembali terjadi hujan sehingga tanaman bayam dan sayuran dapat dipanen dengan baik.
Sejauh ini katanya, dirinya belum mengalami kerugian dari kegagalan panen tersebut.
Sementara itu sebelumnya Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan ada hujan saat lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah hingga beberapa minggu mendatang khususnya di bagian Barat Indonesia.
Kepala BMKG Andi Eka Sakya menyebutkan masih ada kiriman uap basah dari Samudera Hindia serta gelombang tinggi.
Dia mengimbau masyarakat tetap mengantisipasi munculnya hujan tersebut. (*)
Pewarta: M R Denya Utama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
