Logo Header Antaranews Sumbar

Mensesneg: Pemerintah siap serap hasil panen petani pascabencana

Senin, 29 Desember 2025 14:30 WIB
Image Print
Menko PMK Pratikno (kiri), Mensesneg Prasetyo Hadi (tengah), Seskab Teddy Indra Wijaya (kanan) menyampaikan keterangan pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pasca Bencana Jelang Akhir Tahun di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025). Dalam keterangan pers tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, mengungkapkan saat ini di Provinsi Aceh, sebanyak tujuh kabupaten/kota telah memasuki fase transisi, sedangkan 11 kabupaten/kota lainnya masih berstatus tanggap darurat, sedangkan di Provinsi Sumatera Utara delapan kabupaten/kota sudah masuk ke tahap transisi rehabilitasi dan rekonstruksi, sementara delapan kabupaten/kota lainnya masih berstatus tanggap darurat, dan di Provinsi Sumatera Barat, terdapat 10 kabupaten/kota yang masuk ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi dan masih ada tiga kabupaten/kota yang berada dalam fase tanggap darurat. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/bar (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian telah menyiapkan langkah strategis untuk menangani pasca bencana yang terjadi di wilayah Sumatera, khususnya terkait dengan penyerapan hasil panen petani.

Dalam konferensi pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana Jelang Akhir Tahun di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, dia mengatakan, ada kekhawatiran dari para petani bahwa hasil panen tidak akan terserap maksimal lantaran adanya bencana di tiga provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian mengambil langkah salah satunya dengan membeli hasil pertanian agar para petani tidak merugi.

"Ketika panen para petani tidak bisa terserap, untuk itu dibeli oleh pemerintah," ujar dia.

Selain itu, Kementerian Pertanian bersama Kementerian Perdagangan juga memastikan stok barang kebutuhan pokok tercukupi di wilayah tiga provinsi yang terdampak bencana.

Lebih lanjut, kata dia, pemerintah melalui Kementerian Kehutanan terus melakukan pembersihan terhadap kayu-kayu yang hanyut terbawa banjir.

"Sekaligus juga memantau dan mengevaluasi kepada kurang lebih hampir 24 izin-izin pengusahaan hutan di tiga provinsi yang tadi maupun KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan)," jelasnya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan penanganan cepat sawah terdampak banjir di Aceh agar petani segera menanam kembali, menjaga produksi pangan daerah, serta memulihkan semangat usaha tani pascabencana di daerah itu.

Ia menyampaikan hal itu sebagai koordinasi erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan pertanian sekaligus memperbaiki infrastruktur sawah rusak pascabanjir yang menimpa wilayah tersebut.

"Insyaa Allah sektor pertanian, mulai sawah yang rusak kita akan perbaiki," kata Kata Mentan usai menerima kunjungan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Jakarta, Senin (22/12).

Ia menyampaikan apresiasi atas sinergi daerah dan memastikan perbaikan tidak hanya sawah, namun juga komoditas lain seperti kopi, sehingga pemulihan ekonomi petani berlangsung menyeluruh dan berdaya tahan jangka panjang pascabencana.

Untuk mempercepat realisasi, Kementerian Pertanian menyiapkan tim teknis yang akan turun ke lapangan mulai Januari 2026, melakukan pendataan, perbaikan fisik, serta pendampingan tanam kembali secara terukur dan cepat.

"Mulai Januari 2026, tim kita akan turun ke lapangan (di Aceh)," beber Amran.

Berdasarkan data awal, luas sawah terdampak banjir di Aceh mencapai sekitar 89 ribu hektare, menjadi fokus utama program pemulihan agar musim tanam berikutnya berjalan tepat waktu.

Dengan langkah cepat, kolaboratif, dan terencana, pemerintah optimistis pemulihan sawah Aceh menguatkan ketahanan pangan, menjaga pendapatan petani, serta memulihkan aktivitas pertanian masyarakat pascabencana.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026