Logo Header Antaranews Sumbar

Pengamat Intelijen: Bom Solo Dilakukan ISIS

Selasa, 5 Juli 2016 11:21 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara Sumbar) - Pengamat intelijen Universitas Indonesia Ridlwan Habib menduga serangan bom bunuh diri di Solo, Selasa pagi merupakan aksi yang dilakukan kelompok radikal pro Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Serangan Solo merupakan rangkaian operasi Ramadhan ISIS di seluruh dunia. Targetnya adalah aparat sebagai cara balas dendam," kata Ridlwan dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Ridlwan menilai, Solo dipilih menjadi lokasi bom bunuh diri karena sejak lama menjadi basis beberapa gerakan radikal pro ISIS. Menurut dia, serangan di Solo merupakan penghinaan bagi pemerintah dan negara karena Presiden RI berasal dari solo.

Ridlwan menilai pasca-serangan Solo aparat perlu mewaspadai adanya serangan susulan di daerah lain di Indonesia.

"Setelah serangan Solo ini perlu ditetapkan siaga satu di seluruh Indonesia dan tetap waspada serangan susulan," ujar dia.

Pada Selasa, terjadi aksi bom bunuh diri di Mapolresta Solo, yang mengakibatkan seorang personel polisi luka. Sedangkan pelaku tewas di lokasi kejadian.

Aksi bom bunuh diri di Solo ini dilakukan setelah sebelumnya terjadi ledakan di tiga kota di Arab Saudi pada Senin (4/7) waktu setempat. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026