Logo Header Antaranews Sumbar

Rail Bus Simpang Haru-BIM Dioperasikan April 2017

Minggu, 3 Juli 2016 22:10 WIB
Image Print
Ilustrasi - Beberapa petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumatera Barat melakukan perbaikan rel KA di kawasan perlintasan Sintuak Toboh Gadang, Kecamatan Lubuak Aluang, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar, Jumat (20/9/2013). Perbaikan rel tersebut dilakukan secara berkala guna mengupayakan keselamatan dan kelancaran perjalanan penumpang. (ANTARA SUMBAR/Wahdi Septiawan)

Padang, (Antara Sumbar) - Lokomotif railbus Padang-Bandara Internasional Minangkabau(BIM) yang rencananya akan dipindahkan ke Solo, Jawa Tengah batal dilaksanakan dan tetap akan dioperasikan di daerah itu pada April 2017.

"Kita akan tetap gunakan lokomotif yang ada. Pokoknya, April 2017 harus sudah beroperasi," kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono di Padang, Minggu.

Namun, untuk pengoperasian tersebut, ia meminta pemerintah daerah untuk menutup dan memagar perlintasan sebidang yang banyak terdapat pada jalur tersebut karena sangat membahayakan masyarakat.

"Jika pemerintah daerah sepakat, kita pastikan April 2017 akan beroperasi," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang sedang meninjau pos pengamanan mudik Lebaran 2016 bersama Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah dan Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni segera menggelar rapat kilat.

Dalam rapat itu disepakati, Pemkot Padang dan Pemkab Padang Pariaman akan melakukan penutupan dan pemagaran perlintasan sebidang pada masing-masing daerah.

"Jika belum bisa dilakukan seluruhnya, akan dianggarkan dalam APBD Perubahan 2016 dan APBD 2017," ujar gubernur.

Dalam jangka panjang, setelah jalur tersebut diaktifkan, akan dibangun jalan sejajar dengan rel dan perlintasan khusus untuk masyarakat.

"Untuk jalan ini nanti diusahakan dananya dari APBN," katanya.

Sementara itu, Kepala PT Kereta Api Indonesia (KAI), Divisi Regional (Divre) II Sumbar Sulthon menjelaskan saat ini rel yang digunakan pada jalur Padang-BIM masih R33. Direncanakan rel tersebut akan menggunakan R54.

Namun, jika dilakukan penggantian rel, maka operasional jalur itu akan tertunda lagi, karena itu diambil kebijakan tetap menggunakan rel R33 dan operasional dilakukan April 2017 menggunakan lokomotif yang sudah ada.

"Kalau memungkinkan nanti lokomotifnya ditambah, sesuai kebutuhan," katanya.

Selain jalur itu, Dirjen Perkeretaapian juga meninjau jalur KA Simpang Haru-Anak Air yang sudah selesai proses pembebasan lahan. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026