
BPOM Sumbar Temukan Sampel Makanan Mengandung Borak

"Hasil pemeriksaan sementara dari 25 macam sampel makanan dan minuman yang diuji, satu di antaranya diduga mengandung unsur borak," kata Kepala Seksi Penyidikan BPOM Sumbar, Martin Suhendri di Pulau Punjung, Jumat.
Satu sampel yang ditemukan tersebut berasal dari minuman es rumput laut, namun kepastian hasil secara akurat akan dilakukan pengujian secara mendalam ke laboratorium di Padang.
Ia mengatakan, terdapat empat fokus pengujian BPOM di antaranya Rhodamin, Borak, Formalin, dan makanan yang mengandung zat metalin.
Ia menambahkan, peringatan bagi para pedagang tersebut merupakan kewenangan pemerintah setempat karena pedagang merupakan penjual makanan siap saji.
"Dampak dari penggunaan bahan berbahaya ini akan muncul dalam jangka panjang. Penyebab penyakit tidak menular, salah satunya adalah mengonsumsi makanan yang mengandung bahan berbahaya sehingga harus berhati-hati," jelasnya.
Sementara itu Bupati Dharmasraya, Sutan Riska mengatakan pemerintah setempat akan melakukan pembinaan kepada masyarakat yang diduga menjual makanan mengandung unsur berbahaya tersebut.
Kemudian pemerintah mengimbau kepada konsumen yang akan belanja agar terlebih dahulu memperhatikan tingkat higienisnya.
Ia mengatakan pantauan terhadap makanan dan minuman terus dilakukan setiap Ramadhan untuk memastikan masyarakat aman dalam mengonsumsi makanan yang dijual pedagang.
Kepada seluruh pedagang agar menjual makanan yang sehat dan higienis sehingga tidak merusak kesehatan masyarakat di kemudian hari, tambahnya. (*)
Pewarta: Ilka Jensen
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
