Logo Header Antaranews Sumbar

BPOM Sumbar Temukan Sampel Makanan Mengandung Borak

Jumat, 24 Juni 2016 17:57 WIB
Image Print

Pulau Punjung, (Antara Sumbar) - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sumatera Barat, menemukan unsur zat berbahaya pada sampel panganan berbuka puasa yang dijual pedagang di Pasar Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya.

"Hasil pemeriksaan sementara dari 25 macam sampel makanan dan minuman yang diuji, satu di antaranya diduga mengandung unsur borak," kata Kepala Seksi Penyidikan BPOM Sumbar, Martin Suhendri di Pulau Punjung, Jumat.

Satu sampel yang ditemukan tersebut berasal dari minuman es rumput laut, namun kepastian hasil secara akurat akan dilakukan pengujian secara mendalam ke laboratorium di Padang.

Ia mengatakan, terdapat empat fokus pengujian BPOM di antaranya Rhodamin, Borak, Formalin, dan makanan yang mengandung zat metalin.


Dari beberapa kali pengujian yang telah dilakukan pihaknya pada umumnya ditemukan makanan yang mengandung zat berbahaya jenis Rhodamin B dan Borak.

Ia menambahkan, peringatan bagi para pedagang tersebut merupakan kewenangan pemerintah setempat karena pedagang merupakan penjual makanan siap saji.

"Dampak dari penggunaan bahan berbahaya ini akan muncul dalam jangka panjang. Penyebab penyakit tidak menular, salah satunya adalah mengonsumsi makanan yang mengandung bahan berbahaya sehingga harus berhati-hati," jelasnya.

Sementara itu Bupati Dharmasraya, Sutan Riska mengatakan pemerintah setempat akan melakukan pembinaan kepada masyarakat yang diduga menjual makanan mengandung unsur berbahaya tersebut.

Kemudian pemerintah mengimbau kepada konsumen yang akan belanja agar terlebih dahulu memperhatikan tingkat higienisnya.

Ia mengatakan pantauan terhadap makanan dan minuman terus dilakukan setiap Ramadhan untuk memastikan masyarakat aman dalam mengonsumsi makanan yang dijual pedagang.

Kepada seluruh pedagang agar menjual makanan yang sehat dan higienis sehingga tidak merusak kesehatan masyarakat di kemudian hari, tambahnya. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026