Logo Header Antaranews Sumbar

Investor Jepang Minati Tol Laut Rp365 Miliar

Jumat, 10 Juni 2016 09:48 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara Sumbar) - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengidentifikasi minat investor Jepang berinvestasi senilai Rp365 miliar pada bidang jasa angkutan (tol) laut dalam negeri untuk barang khusus dari Surabaya ke wilayah timur Indonesia termasuk Papua.

Minat investasi tersebut diidentifikasi dalam pertemuan satu per satu yang dilakukan dengan sejumlah perusahaan potensial saat kunjungan kerja Kepala BKPM Franky Sibarani ke Jepang.

"Kami akan memfasilitasi minat investasi yang tergolong strategis tersebut. Program tol laut bertujuan untuk mempermudah arus barang terutama di daerah Indonesia timur. Ini akan berdampak positif pada pemerataan pembangunan," kata Franky dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.

Menurut Franky, minat investasi dari perusahaan jasa angkutan laut Jepang tersebut diharapkan dapat segera direalisasikan.

"Untuk proses komitmen investasi kami harapkan dapat dilakukan tahun ini, sehingga dapat dikawal hingga proses realisasi investasi," katanya.

Selain minat di bidang jasa angkutan laut, Franky juga menerima dua perusahaan Jepang lainnya yang menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia.

Satu perusahaan yang bergerak di bidang industri "sanitary napkin" (pembalut) berminat untuk memperluas usahanya sedangkan satu perusahaan lain di bidang komponen otomotif akan segera berdiri dengan membangun pabrik di daerah Karawang.

"Minat investasi di bidang komponen otomotif membuktikan bahwa Indonesia telah berada pada jalur yang tepat sebagai basis produksi otomotif bagi Jepang," katanya.

Sebagai tindak lanjut penandatanganan nota kesepahaman antara BKPM dengan Bank of Tokyo Mitsubishi Tokyo UFJ (BTMU) pada 2007, BKPM menggelar kunjungan kerja ke tiga kota di Jepang yakni Fukuoka, Nagoya dan Tokyo.

Di hadapan 67 calon investor di Fukuoka dan 118 calon investor di Nagoya, Kamis (9/6), Franky memaparkan perkembangan perubahan regulasi Daftar Negatif Investasi (DNI).

Ada pun pada Jumat ini, Franky dijadwalkan menjadi pembicara di forum yang sama dengan peserta mencapai 566 orang.

Forum bisnis Indonesia Investment Updates Seminar BTMU digelar dengan kerja sama antara KBRI Tokyo, kantor Perwakilan BKPM Tokyo dan Bank of Tokyo Mitsubishi Tokyo UFJ. Selain forum bisnis, akan ada pertemuan khusus (one on one meeting) dengan beberapa perusahaan calon investor potensial Jepang.

Sejak tahun 2010, Jepang selalu menjadi salah satu negara asal sumber utama investasi di Indonesia dengan realisasi investasi sebesar 16 miliar dolar AS.

Nilai realisasi investasi ini mencakup beberapa sektor seperti industri otomotif, logam, mesin dan elektronika. Pada periode yang sama, jumlah komitmen investasi Jepang mencapai 45 miliar dolar AS dengan porsi terbesar ada di sektor infrastruktur.

Berdasarkan data BKPM, pertumbuhan komitmen investasi Jepang masuk dalam 10 negara prioritas pemasaran yang pada tahun 2015 naik 40 persen di atas pertumbuhan komitmen investasi asing yang hanya 29 persen.

Posisi Jepang berada di peringkat ketiga dengan pertumbuhan 95 persen mencapai 8,1 miliar dolar AS. Di atas Jepang terdapat China sebesar 22,2 miliar dolar AS atau naik 42 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, kemudian Singapura naik 69 persen menjadi 16,3 miliar dolar AS.

Setelah Jepang, Korea Selatan juga mencatatkan kenaikan komitmen investasi 86 persen menjadi 4,8 miliar dolar AS.

Sedangkan realisasi investasi Jepang di Indonesia pada tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 6 persen dibandingkan periode 2014.

Realisasi investasi Jepang tercatat sebesar 2,87 miliar dolar AS dengan total 2.030 proyek serta menyerap 115.400 tenaga kerja. Kontribusi utama investasi Jepang masih didominasi oleh sektor manufaktur, khususnya sektor otomotif, elektronika dan permesinan, serta sektor kimia dan farmasi. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026