Investor Jepang bakal gandeng pengusaha lokal Sumbar

id investor,Investasi di Sumbar,Iklim Investasi di Sumbar,Potensi Investasi Sumbar

Investor Jepang jajaki investasi empat bidang di Sumbar. (ANTARA SUMBAR/ Istimewa)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Inventor asal Jepang, Kishi Group menjajaki kemungkinan berinvestasi dalam empat bidang di Sumatera Barat masing-masing peternakan, tenaga kerja, lingkungan dan pengolahan ikan.

"Kami sudah pertemukan investor tersebut dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kami juga sudah diundang untuk mengunjungi pabrik mereka di Jepang untuk menindaklanjuti kemungkinan investasi," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Senin.

Menurutnya Kishi Group saat ini sebenarnya telah berinvestasi di bidang peternakan di Sumbar dengan menggandeng pengusaha lokal. Ke depan, tinggal peningkatan investasi saja.

Ia menyebut keterlibatan investor penting untuk mempercepat pembangunan dan perekonomian masyarakat, karena Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan dana transfer APBN saja tidak cukup untuk daerah.

Upaya untuk menarik investor itu dilakukan dengan berbagai cara diantaranya mempermudah perizinan dan kejar bola hingga jemput bola ke luar negeri.

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar, Maswar Dedi menyebut investor Jepang yang ingin masuk itu setahun belakangan sudah berinvestasi di Sumbar dengan mengandeng pengusaha lokal di bidang peternakan ayam.

"Mereka sudah berinvestasi sektor peternakan di wilayah Padangpariaman. Ada 50 ribu ekor ayam pedaging," katanya.

Investor tersebut tengah menyusun standar agar produknya dapat diekspor ke Jepang karena harus melewati berapa proses. Jika hal itu terealisasi mereka akan mengembangkan peternakannya baik itu lahan maupun jumlah ayam hingga 500 ribu ekor.

Selain peternakan, investor Jepang itu juga akan melakukan investasi dalam pengelolaan limbah medis. Sebab, saat ini pengelolaan limbah medis di Sumbar belum ada. Untuk tempat sedang dalam pencarian, mana lokasi yang cocok.

Kemudian, pengelolaan sampah untuk dijadikan energi investor Jepang itu telah melakukan peninjauan kw Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kota Payakumbuh.

Pengelolaan ikan tuna agar dapat di ekspor ke Jepang juga menjadi salah satu perhatian.

Ia berharap penjajakan yang dilakukan investor Jepang ini sesuai dan harapan mereka dapat segera berinvestasi di Sumbar.(*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar