Logo Header Antaranews Sumbar

Balai Besar POM Temukan Rhodamin di Pasar Pabukoan

Kamis, 9 Juni 2016 19:39 WIB
Image Print

Padang, (Antara Sumbar) - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (B-POM) Padang menemukan Rhodamin B pada minuman yang dijual dua pedagang di Pasar Pabukoan, Taman Imam Bonjol Padang saat inspeksi mendadak bersama Wali Kota Padang.
"Temuan ini berasal dari minuman yang pedagang ambil dari pedagang Pasar Raya Padang," kata kepala Balai Besar POM Sumbar, Zulkufli di Padang, Kamis.

Ia menambahkan Balai Besar POM akan bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi Padang untuk menindaklanjuti temuan tersebut ke Pasar Raya Padang.

"Sebenarnya kami telah melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada pedagang Pasar Pabukoan sebelum ramadhan untuk tidak menggunakan zat berbahaya pada makanannya," ujarnya.

Zulkifli menyebutkan sejak awal Ramadan Balai Besar POM Kota Padang telah turun ke lapangan untuk memeriksa beberapa Pasar Pabukoan di setiap kecamatan di Padang.

"Dari penelusuran ke beberapa Pasar Pabukoan sebagian besar temukan Rhodamin B pada minuman sedangkan Borak di temukan pada rumput laut" ujarnya.

Bahaya mengonsumsi zat seperti Rhodamin B dan Borak secara terus menerus, lanjutnya, akan tampak dalam jangka panjang dan menimbulkan kanker hati dan ginjal.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Rosnini Savitri menjelaskan sebenarnya pedagang tersebut boleh membeli barang dagangannya di luar karena belum tentu pedagang tersebut bisa membuatnya.

Ia menekankan "tapi pedagang harus tahu barang dagangan yang akan dijual tersebut memenuhi persyaratan aman untuk dikonsumsi,".

Sementara Walikota Padang, Mahyeldi mengimbau agar pedagang Pasar Pabukoan tidak menggunakan zat berbahaya pada dagangannya karena akan berakibat buruk bagi kesehatan si pembeli.

"Kok kita tega meracuni keluarga kita sendiri, lagian kita telah terima uang dari pembeli tapi minuman atau makanan yang dia beli dari kita terdapat racun di dalamnya," sebutnya.

Seorang pedagang minuman di Pasar Pabukoan Taman Imam Bonjol, Yulinar Jambak mengatakan oknum yang menjual zat berbahaya tersebut sudah seharusnya ditegur agar tidak meresahkan pembeli.

"Saya lihat yang berjualan di Taman Imam Bonjol 2016 banyak anggota baru, jadi mereka itu kalau dapat diberi pengarahan, kalau ditindak kasihan, nanti mereka mau makan apa," lanjutnya.

Ia menambahkan dua pedagang tersebut berbuat seperti itu karena tidak tahu kalau bahan makanan yang dia beli itu berbahaya.

Seorang pembeli sajian berbuka puasa di Taman Imam Bonjol, Meri Yolanda mendukung sidak yang dilakukan pemerintah agar tidak ada makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya.

"Kalau dapat sidak ini tidak dilakukan di awal ramadhan tapi lakukan secara berkelanjutan dan oknum tersebut ditindak agar tidak meresahkan warga," ujarnya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026